FF ~ When Lee Jeun Hye Get Jealous

Agak kurang srek di tengah yang tiba-tiba nonggol foto Wookie sama dalma *banting PSP*

Cast: Ryeowook / Lee Jeun Hye

OC: Cho Ryushin/Park Soo Yoon/Kim Taehyun/Super Junior’s Members

-Khu-

“Hiks … Dia kejam padaku. Hiks .. Hiks … Apa maunya sebenarnya?”

“Sabar, Hyenie. Sabar. Mungkin ini hanya salah paham”

“Apanya yang salah paham ? Ini sudah ada bukti dan sudah jelas, Soo-ya. Dia … Dia bersama wanita lain. Dia jalan bersama wanita lain tanpa aku”

“Hah~ Wookie oppa pasti punya alasan, Eonni”

“Apapun alasannya, seharusnya dia minta ijin dulu padaku. Aku sungguh tidak bisa mentolerir ini. Hiks …”

“Dia mungkin tidak mau membuatmu marah jika dia bilang padamu dulu. Ini semua hanya sebuah kamuflasenya si manager itu. Aku yakin itu. Para manager kan suka menyuruh artisnya membuat dirinya berada di dalam lingkaran gosip agar menjadi lebih terkenal”

“Hah? Tumben kata-kata yang keluar dari mulutmu itu benar, evil”

“Maksudmu apa, yeoja ikan?”

“Ish~ tak jadilah aku memujimu”

“Hiks … Hiks … Tapi mereka terlihat mesrah di twitter maupun di foto-foto itu”

“Seperti kata Ryushin tadi, aku yakin ini hanyalah sebuah kamuflase, eonni. Soo Yoon eonni juga pernah mengalaminya”

“Jangan mengingatkan aku akan kejadian itu, Tae-ya. Aku sudah melupakannya”

“Aku kan hanya memberi contoh, eonni”

“Tapi … Aku merasa sudah dibohongi, dikecewakan, dan dikhianati. Aku benci … Aku benci dia dan si Dalma itu. Tapi aku tak bisa membencinya. Aku sangat mencintainya”

“Jadi kamu itu membencinya atau mencintainya sih, noona?”

“Aku bingung Ryu-saeng”

“Hah~ kalau begitu, apa noona mau ikut ideku?”

“Apa idemu?”

“Jangan …” “No …”

“Stttt … Kalian berdua diamlah. Aku akan memberitahukan ideku”

-Khu-

Jeun Hye POV~

Bagaimana perasaan kalian jika suatu saat ketika kalian sedang online twitter, kalian melihat namjachingu kalian sedang mentionan dengan seorang yeoja, dan mereka nampak sangat akrab. Bukan hanya itu, bahkan banyak foto beredar ketika mereka sedang menonton sebuh acara berdua. Sakit … Pasti hati kalian sangat sakit kan? Akupun merasakan itu.

Hatiku sangat sakit. Bahkan sakitnya tak bisa diucapkan dengan kata-kata. Aku hanya bisa menangis untuk menunjukan seberapa sakitnya hatiku saat ini. Dia … namja yang sangat ku sayangi, namja yang sangat ku cintai, namja yang berharga bagiku, dia … dia malah menyakiti hatiku dan membuatku sangat kecewa.

Aku berusaha percaya dengan kata-kata mereka.

‘mungkin saja ini hanya kamuflase’

‘dia pasti punya alasan’

‘aku yakin wookie oppa bukan orang seperti itu’

Dan kata-kata sebagainya.

Aku berusaha mempercayai mereka. Tapi hatiku tidak bisa. Aku sudah terlanjur kecewa padanya.

Ini semua karena wanita itu. Wanita bernama ‘Dalma’ atau entah siapalah dia. Aku memang tidak peduli dengan siapun yang dekat denga Ryeowook oppa, karena aku percaya padanya. Namun kali ini dia menghancurkan kepercayaanku.

“Aku bisa … Aku pasti bisa” Gumamku didepan cermin sambil memperhatikan wajahku yang nampak yakin.

-Khu-

“Hyenie-ya …”

“Jangan ganggu aku sekarang oppa”

“Hei … Kamu sedang apa sih, Jagiya?”

“Bukan urusanmu oppa”

“Haish~ Sejak kapan kamu menjadi evil seperti itu jawabannya? Belajar darimana kamu, Jagi”

“Darimu, oppa”

“Dariku?”

“Sudahlah jangan ganggu aku sekarang. Aku sedang tidak mood diganggu oleh mu”

“Yak~ Hyenie”

-Khu-

Ryeowook POV~

Sebenarnya apa yang terjadi dengan dirinya?  Kenapa dia seperti sedang menghindariku, sih? Memang apa yang terjadi? Apa aku melakukan kesalahan? Aish~

“Wookie … Gwenchanayo?”

“Molla, hyung”

“Ada apa sebenarnya? Ceritalah padaku, Wookie”

“Aku bingung dengan yeojachinguku, hyung”

“Yeojachingumu? Hyenie?”

“Ya iyalah, Teuki hyung. Memang siapa lagi yeojachinguku kalau bukan dia, ha?”

“Ku kira Dalma. Hahaha …”

“Ish~ Kau …”

“Jadi … Memangnya kenapa dengan Hyenie, heum?”

Aku menceritakan semua hal tentang Hyenie belakangan ini yang membuatku bingung pada Leeteuk hyung. Mulai dari kebiasaannya memainkan Hpnya sehingga melupakan aku belakangan ini, sampai pada perubahan sikapnya yang mulai tidak menghiraukan aku.

“Heum … Heum …” Leeteuk hyung yang sedang duduk disebelahku hanya menangguk anggukan kepalanya sambil memegangi dagunya dengan tangan kanannya dan menyangganya dengan tangan kirinya –bisa dibayangkan?-

“Huh~ Aku benar-benar bingung, hyung” Ujarku mengakhiri cerita.

“Kenapa saat mendengar ceritamu, aku merasa gelagat-gelagat mencurigakan, ya?” Aish~ Leeteuk hyung bukannya membantuku malah membuatku makin takut saja.

“Gelagat mencurigakan apa, hyung?” Tanya ku takut-takut.

“Dia nampaknya makin mirip dengan Taehyun dan Ryushin yang evil. Dan mungkin sekarang sudah sama dengan Soo Yoon yang setengah evil. Hahahaha …”

“Yah~ aku juga merasa begitu, hyung” Aku menghela napas berat.

“Tanyakan saja padanya baik-baik. Dia kan yeoja yang lembut sebenarnya, jadi dia tidak mungkin kuat mendiamimu terus, Wookie-ya”

“Mudah-mudahan hyung. Hah~” Aku menghela napas untuk kesekian kalinya.

-Khu-

Jeun Hye POV~

Aku mengikuti ide si evil junior. Mulai dari kemarin, aku terus mendiami Ryeowook oppa. Aku sama sekali tidak menanggapinya saat ia ingin bicara padaku. Aku terus sibuk dengan twitterku dan membalas semua mention yang dikirim Ryushin padaku. Semoga Ryeowook oppa melihat mentionan kami dan ia mengerti bagaimana rasanya sakit hati saat pasanganmu berbicara akrab dengan orang lain di twiter.

“Aku merasa tidak tega dengannya, Ryu-saeng”

“Aku yakin noona psti bisa. Tunggu saja dengan reaksi hyung nanti”

“Bagaimana kalau dia salah paham juga, dan kami … Argh~ aku tidak bisa membayangkannya, Ryu-ya”

“Aku akan jelaskan dan aku akan tanggung  jawab noona. Kau tenang saja”

“Aku tak yakin dia akan cemburu kalau eonni hanya mentionan dengan Ryushin. Dia kan kenal siapa itu Ryushin”

“Kau tak usah banyak bicara, Taebo. Lihat saja aksi ku nanti” Ucap Ryushin penuh percaya diri sambil menyunggingkan evil smile khas miliknya dan Kyuhyun oppa. Aku merinding melihat senyumnya itu. *Hiiiii~

-Khu-

Ryeowook POV~

@Lee_Jeunhye noona … kamu tidak lupa membuatkan aku kue coklat itu, kan?
9 agustus 2011

Tenang saja Ryu-ya. Aku tdk lupa RT @GaemRyu13: @Lee_Jeunhye noona … kamu tidak lupa membuatkan aku kue coklat itu, kan?
9agustus 2011

Oke \^0^/ RT @Lee_Jeunhye: Tenang saja Ryu-ya. Aku tdk lupa RT @GaemRyu13: @Lee_Jeunhye noona … kamu tidak lupa
9 agustus 2011

 hari ini @Lee_Jeunhye noona janji bwt in aku kue lagi. Senangnya
30 minutes ago

Dia senang sekali yaa @GaemRyu13 ckckck~
20 minutes ago

Apa-apaan ini? Kenapa twitternya dan Timeline ku banyak sekali mentionan dirinya dan Ryushin. Dan hampir setiap waktu, bahkan waktu kami sedang bersama mereka mentionan. Jadi ini yang membuat dirinya berubah belakangan ini? Jadi menurutnya, mentionan dengan evil junior itu lebih mengasyikan daripada berduaan dengan namjachingunya?

Hah~ aku sudah cukup bersabar selama ini melihatnya memberikan perhatian pada si evil junior karena alasan dia mirip dengan dongsaengnya. Tapi ini sudah keterlaluan. Bahkan mentionku beberapa hari yang lalu tidak dihiraukannya.

“Sungguh menyedihkan” Gumam seseorang di belakangku

“Hiyaaaaa … Evil magnae … Kamu mengagetkan aku saja. Kamu mau membuat hyungmu ini mati jantungan, ha?”

“Mentionmu tidak dihiraukan Hyenie, sedangkan mention dongsaengku dib alas terus olehnya. Ckckck … yang sabar ya Wookie” Ucapnya dengan wajah yang dibuat seprihatin mungkin sambil menepuk-nepuk punggungku.

“Yak~ panggil aku hyung. dan tolong bilang kepada dongsaengmu, jangan dekat-dekat dengan yeojachinguku”

“Bilang saja sendiri. Aku malas aah~” Ujarnya sambil meninggalkan aku dan keluar dari dorm.

“Yak~ eviiiiiil …” Hah~ percuma aku teriak-teriak, dia tidak mungkin bisa diajak bekerja sama. Hyung dan dongsaeng –Kyuhyun dan Ryushin- sama-sama menyebalkannya.

-Khu-

“Hyung …”

“Aku sudah tahu apa yang mau bicarakan padaku, Wookie. Pasti masalah Hyenie yang belakangan ini selalu mentionan dengan si evil junior”

“Kok hyung tahu?”

“Hah~ kau tahu? Timeline ku penuh dengan mereka. Membuatku jengah. Tapi lucu juga sih. Mereka nampak seperti sepasang kekasih. Khekhekhe …”

“Yah~ Teukie hyung … aku kesini kan mau curhat padamu. Tapi hyung malah bicara seperti itu. membuatku kecil hati saja” Aku berkata lirih sambil duduk di samping kasurnya dan menunduk menatap lantai.

“Kau yang sabar, ya. Mungkin ini juga perasannya saat membaca beberapa mentionanmu dengan si Dalma. Dia pasti cemburu padamu” Hah? Apa maksud hyung? ku alihkan pandanganku dari lantai kamarnya, kepada hyung ku yang sedang tidur-tiduran santai sambil menatap terus layar Iphone4 nya.

“Hah? Apa maksudmu, hyung?”

“Kamu pikirkan saja sendiri. Sudah sana … aku mau berautis ria dengan twitter ku. Hus .. hus …” Leeteuk hyung malah mengusirku. Dia menendang punggungku pelan, agar aku segera keluar dari kamarnya. Huh~ hyung menyebalkan.

-Khu-

#Tok … Tok … Tok … Haish~ kemana sih orang-orang yang ada di dalam sini? Aku sih mau saja langsung buka. Toh~ aku tahu password apartemen mereka. Tapi, aku kan bukan Donghae hyung maupun Kyuhyun yang tak tahu aturan *mianhae hyung* main buka pintu apartement yeojachingu sendiri tanpa mengetuk pintu dulu.

“Huahahahaha …” Suara tawa Ryushin kan ini?

#Tok … Tok … Tok … Aku makin keras mengetuk pintunya.

“Kamu lucu sekali sih, Ryu-saeng” Hah? Mereka sedang berduaan kah?

#Tok … Tok … Tok … Aku makin panik mendengarnya.

“Nde … Nde … Chankaman”

“Eh … Oppa … Sedang apa kau kesini?” Tanyanya santai. Tak tahukah dia kalau aku sedang mencemaskannya, dan aku dalam mode cemburu saat ini?

“Aku ingin menemuimu. Apa tidak boleh?” Tanyaku dengan nada dingin. Dia nampak cuek-cuek  saja aku perlakukan seperti ini. Ada apa dengannya sebenarnya?

“Aah~ kalau begitu masuklah oppa. Aku sedang makan kue dengan Ryushin” Ujarnya sambil member aku jalan untuk masuk kedalam.

“Kalian hanya berdua?” Tanyaku saat aku sudah berada didalam apartemennya.

“Nde … Soo-ya dan Tae-ya sedang kesupermarket membeli kebutuhan bulanan” Jawabnya santai sambil mendahului aku masuk kedalam. Berdua saja dengan si evil junior????

“Hiyaaaa~ Ryu-saeng … Apa yang kamu lakukan?” Tanya Hyenie sambil berlari menghampiri Ryushin yang terduduk sambil memegang pisau.

“Aku mau memotong kue ini, tapi gak sengaja tanganku kena pisau, noona” Adunya sambil menunjukan jari telunjuknya yang berdarah. Masa motong kue aja bisa sampai terluka? Dasar evil babo. Dia membuatku tambah cemburu dan tambah kesal saja. Awas saja anak itu. grrrrr ~ ==z

“Ckckckck … Makanya jangan pegang-pegang pisau. Kamu ini kan tidak bisa pegang pisau. Dasar dongsaeng babo. Hahaha …”

“Yak~ noona. Masa dongsaengnya sedang terluka, kau tertawakan. Kau kejam sekali eternal noona” Aish~ udara disini makin panas saja. Ck~ lebih baik aku tidak kesini tadi.

“Hahahaha … Mian … Mian …” Mereka lupa apa kalau ada aku disini?

“Eh~ ada hyung. hyung sedang apa kesini?” Harusnya aku yang tanya seperti itu, babo. Akhirnya dia menyadari keberadaanku juga. Ck~

“Aku kesini bukan urusanmu. Ini kan tempat tinggal yeojachinguku. Harusnya aku yang tanya padamu, apa yang kau lakukan berdua dengannya disini?”

“Aku hanya sedang makan kue sambil menunggu dua yeoja itu pulang” Dia ini santai sekali jawabnya. Dia tak sadar apa siapa aku ini?

“Aku pulang sajalah. Aku rasa aku sedang menganggu kesenangan kalian”

“Oh~ baiklah oppa. Oh iya … Nanti malam kami tidak makan di dormmu ya. Kami mau makan malam berempat saja disini” Dia bahkan tidak menahanku untuk pergi? Biasanya dia tidak mau kutinggalkan. Dia ini? Ck~ apa yang terjadi padanya? Dia terlihat seperti seorang evil sekarang. Cuek dan dingin.

“Oh~ ya sudah” Aku langsung pergi saja dari apartemennya. Aku masih berharap dia mau menahanku. Tapi sepertinya itu Cuma sebuah harapan kosong yang sia-sia. Ckckck …

-Khu-

Jeun Hye POV~

“Ryu-saeng … Apa aku keterlaluan, ya? Aku rasa kita sudahi saja semuanya. Aku merasa tidak enak padanya”

“Ayolah noona. Ini tinggal sedikit lagi. Lagipula aku suka melihat ekspresinya tadi. Hahaha … hyung memang paling lucu saat cemburu”

“Ish~ kau ini”

#Pletak …

“Appoyo~ Tae-ya”

“Kamu ini sebenarnya mau membantu masalah Hyenie eonni, atau memang kamu iseng, sih? Ish~ Baboya”

“Dua duanya sih” Hah~ aku sepertinya memang salah mengikuti ide sievil ini. Sebaiknya ku sudahi saja ide aneh seperti ini. Lebih baik aku bicara baik-baik dengannya.

“Noona … Mau kemana?” Teriak si evil junior.

“Mau ke bawah menemui Wookie oppa”

“Hwaiting Eonni …” “HwaitingHyenie …” Seru Soo Yoon dan Taehyun berbarengan. Ryushin yang sepertinya nampak ingin membantah, langsung dibekap oleh mereka berdua.

Sebelum menutup pintu, aku menoleh kepada mereka dan tersenyum “Hwaiting “ Kukepalkan tangan kananku dan memberi  semangat pada diriku sendiri.

-Khu-

“Oppa …”

“Hmmm …”

Hah~ nampaknya dia marah.

“Oppa …”

“Hmmmm …”

Haish~ tak ada jawaban lain selain ‘Hmmmm?’ menyebalkan.

“Bisakah kau menjawab yang lain selain kata ‘Hmmm’ Oppa?” Ujarku kesal dan nada suaraku naik setengah oktaf.

“Nde …”

“Argh~ Aku kesal padamu, oppa” Ujarku Frustasi. Aku kini sedang duduk disampingnya, dibalkon dormnya. Dan sedari tadi dia hanya diam memainkan Laptopnya dan tidak mau menoleh ke arahku sedikitpun.

“Aku juga kesal padamu, Hyenie” Balasnya. Sudah kuduga kalau ini akan seperti ini jadinya.

“Tapi ini semua berawal dari kekesalan ku padamu, oppa”

“Apa maksudmu?”

“Kau tidak sadar apa? Kamu juga mentionan dengan yeoja lain. Dan kamu bahkan berfoto mesrah dengannya. Aku cemburu oppa” Jawanku jujur. Aku tidak mau masalah ini berlarut-larut dan tidak menemukan kebenaranya. Makin lama, masalah seperti ini malah semakin aneh dan tidak jelas.

“Hah? Nuguya?” Ish~ dia malah jadi lemot seperti couplenya, Yesung oppa.

“Dalma. Kamu dan dia membuatku cemburu, oppa” Aku pasang wajah sekesal mungkin padanya. Dia benar-benar menyebalkan.

“Ha? Huahahahahahahahaha … Kamu ini lucu sekali, jagiya” Dia malah tertawa? Menyebalkan sekali dia.

“Haish~ Appoyo” Ucapku dengan susah payah, karena dia mencubit kedua pipiku. Sakit sekali.

“Hahahahahaha … Habisnya kamu itu lucu, Jagi. Kamu cemburu dengannya? Dia hanya temanku saja. Tidak lebih kok” Akhirnya dia melepaskan cubitannya.

“Huh~ apa bedanya denganmu? Kamu juga cemburu pada Ryushinkan? Padahal kamu tahu kalau Ryushin itu sudah ku anggap seperti dongsaengku” Balasku. Dan hasilnya, wajahnya memerah. Khukhukhu~ rasakan itu oppa. Kamu sadar kan? *kok aku berasa evil seperti si evil senior dan evil junior, ya?*

“Aku? Aku tidak cemburu kok” Huh~ sudah ketebak, masih saja mengelak. Lihat saja wajahnya itu. sudah memerah seperti udang rabus.

“Sudahlah, oppa. Mengaku saja. Wajahmu saja sudah menunjukan hal itu. untuk apa kamu tutupi lagi” Cibirku sambil milirk kearahnya dan melipat kedua tanganku didepan dada.

“Hah~ aku memang cemburu. Siapa yang tidak cemburu kalau melihat yeojachingunya dekat dengan namja lain bahkan namjachingunya sendiri sampai dilupakan”

“Aku juga merasakan hal yang sama, oppa”

“Mianhae”

“…” Suasananya menjadi canggung seperti ini. Aku sampai tidak bisa berkata apa-apa. Aku merasa, aku juga berlebihan menanggapi masalah ini. *tapi ini kan ide si evil junior* <= suara hati kecil-

“Hyenie-ya …” Omo~ wajahnya dekat sekali dengan wajahku. Wajahku pasti sudah sangat merah sekarang.

“N-nde …”

#Chu~

“Mianhae, jagi” Omo~ dia menciumku??? Aku memang sudah sering dicium olehnya. Namun ciuman kali ini berbeda. Dia membuatku bertambah malu.

“Nado”

#Chu~ dengan segenap keberanianku, ku balas ciumannya tadi.

-Khu-

“Lain kali, jangan berlebihan menanggapi masalah seperti ini, jagi. Dan aku juga tidak akan terlalu dekat dengan yeoja lain. Kamu tenang saja. Di hatiku hanya ada jagiyaku yang terbaik ini”

“Lain kali oppa juga jangan membuatku secemburu ini lagi. Dan aku juga tidak akan melakukan hal seperti itu lagi. Lagipula, ini kan ide si evil junior itu”

“Aish~ sudah kuduga. Anak itu tidak pernah benar memberikan solusi”

“Hahahahahahaha …”

Malam ini, kami sedang  menikmati indahnya langit malam yang penuh dengan bintang berdua di balkon dormnya. Langitnya sungguh indah, seindah cara selesainya masalah kami.

Aku dan dia kini sedang duduk berdua. Dia merangkul bahuku, dan aku menyenderkan kepalaku kebahunya. Sungguh romantis dan sangat menyenangkan. Dia sangat hangat dan aku suka itu. aku tidak mau kehilangannya. Karena aku sangat mencintainya.

-Khu-

Ryeowook POV~

Malam ini bintang dilangit bertaburan dengan cantiknya, secantik yeoja yang ada disampingku ini. Aku tidak bisa berkata-kata apapun untuk mendefinisikan sebearapa besar rasa cintaku padanya. Aku sungguh beruntung memiliki yeoja mungil ini. Aku tidak akan melepaskannya, karena sosoknya bagaikan oksigen untuk paru-paruku. Aku tidak akan bisa bernapas dengan baik jika dia tidak lagi gerada disampinku.

-Khu-

Isi hati keduanya~

“I Love You Jagi. I Love U More. I Always Love You”

-Khu-

Author POV~

Sedangkan didalam dorm …

“Aku juga mau bermesraan dengan yeojaku aah~”

“Ayo kita bermesrahan oppa”

“Ayooo~ Soo-ya”

“Oppa … Kamu tidak ingin memelukku seperti Donghae oppa memeluk Soo-ya eonni?”

“Anniyo”

“Hah~ Percuma aku mengharapkanmu”

#Chu~

“Aku tidak akan memelukmu seperti mereka, karena aku lebih suka menciummu”

“Oppa”

“Hahaha …”

“Huh~ menjijikan”

“Makanya cari pasangan. Supaya kau tidak menganggu pasangan lain terus”

“Ahjussi … Kau tidak sadar diri? Kamu sendiri memang punya pasangan?”

“Yak~ neo …”

“Aku rasa mereka sebenarnya adalah pasangan”

“Aku setuju denganmu, Hyung”

“Kami juga hyung”

-End-

3 thoughts on “FF ~ When Lee Jeun Hye Get Jealous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s