-My Story- {Kim Ryeowook} Love is Sweet

Kyaaaaa ini FF buatan si evil junior Cho Ryu Sin xD

Ini FF pertama tentang aku (Jeun Hye) sama Wookie. atas dasar pemaksaan karena awal nya mereka (Sooyoon dan Ryu Sin) bilang ga dapet feel kalo mau buat FF dengan cast Wookie *peluk Wookie*

cekidot gan 😉

Cast: Kim Ryeowook / Lee Jeun Hye

Other Cast: Super Junior’s members / Cho Ryushin / Kim Taehyun / Park Soo Yoon

———————————————————————–888—————————————————————————

“Hmmmm … Sepertinya bahan makanan sudah habis”

“Wookie-ah … Kita makan apa untuk makan malam?”

“Mollayo, hyung. Bahan makannya sudah habis. Aku mau ke supermarket dulu ya, hyung”

“Oh~ geureyo. Hati-hati di jalan ya”

“Nde, hyung”

+++

Hai … Kalian pasti mengenalku kan? Ah~ kalau kalian ini ELF, kalian pasti tahu siapa aku. Aku ini si Eternal Magnae -meski magnae sebenarnya itu Kyuhyun- Kim Ryeowook. Aku ini member bernomor urut 11 di Super Junior  jika masih ada Hangeng hyung, Kangin hyung, dan Kibum.

Aku ini juga koki Super Junior. Ya~ karena memang cuma aku yang memiliki keahlian masak yang lumayan -bukan sombong tapi kenyataan loh-.

Seperti biasanya, aku akan ke supermarket dekat dorm jika bahan makanan kami habis. Tentunya dengan penyamaran yang sempurna agar aku bisa berbelanja dengan aman tanpa gangguan dari ELF maupun Ryeosomnia -fansku-. Entah kamu tahu atau tidak, aku ini memiliki keahlian menyamar yang sangat bagus loh. Aku sangat pintar menyamar. Jadi tidak akan ada ELF yang sadar jika ada aku di sekitar mereka.

“Sayur, Cemilan, Ramyeon, minuman. hmmm … apa lagi ya?”

#Bruk … Saat aku sedang melihat-lihat lagi belanjaanku di troli, tiba-tiba ada yang menabrakku. Belanjaan yang dia bawa terjatuh semua dari keranjangnya.

“Mianhae … Mianhae ..” Dia membungkukan badannya 2 kali, kemudian berlutut untung memunguti belanjaannya.

“Gwenchana, agashi …” Aku ikut berlutut dan membantunya membereskan belanjaannya.

“Gomawoyo …” Setelah belanjaannya rapi, ia bangkit berdiri dan membungkukan badannya lagi. Aku ikut bangkit berdiri dan memperhatikan wajahnya.

omo~ dia imut sekali. aish~ aku sampai tak bisa bernapas melihat wajahnya yang sangat cantik dan manis.

“Hei … Gwenchana?” Dia mengibaskan tangannya di depan wajahku. Aku langsung tersadar dari lamunanku.

“Ah~ gwenchana … nan gwenchana”

“Gomawo, Ryeowook-sshi” Dia tersenyum manis padaku. Sangat manis … >,<

Omo~ dia mengenaliku? apa penyamaranku terbuka? ottokhae? kalau dia histeris bagaimana? bisa repot nih aku.

“Tenang saja. Aku tidak akan teriak dan penyamaranmu masih aman kok”

“Kamu bisa tahu apa yang kupikirkan?” Tanyaku tiba-tiba.

“Tertulis jelas di wajahmu”

“Hah?” Aku tercengang mendengar ucapannya.

“Hahaha .. Aku hanya bercanda” Dia tertawa. omo~ dia semakin imut saja kalau tertawa seperti itu. Aku mengagumi wajahnya.

“Hehe … Kupikir kau cenayang” Ujarku sambil mengusap-usap tengkukku dan menunduk malu. Pemikiran bodoh yang tiba-tiba saja lewat di pikiranku tadi.

“Ah~ aku harus buru-buru. Sekali lagi Mianhae dan Gomawo, Ryeowook-sshi” Dia membungkukan badannya lagi, tersenyum lagi, dan dia langsung pergi dari hadapanku sebelum aku sempat membalas ucapannya.

‘Aku suka pada senyumnya dan sifatnya’ Gumamku dalam hati.

+++

“Heyoooo …”

Dia itu cantik sekali. Senyumnya … ommo~ Imut sekali … Aish~ aku sampai tak bisa berhenti memikirkannya.

“Heyoooo …”

Please … Seseorang bantu aku untuk berhenti memikirkannya sebentar saja. Aku sudah mulai gila rasanya. Menyukai seorang yeoja yang baru pertama kali ku temui. Bukankah itu gila namanya??? Argh … Micheoyoseo …

“Wookie hyung …” Aish~ jinjja … Siapa yang brteriak-teriak di telingaku? Aku ini kan tidak tuli.

“Hiyaaaaa …” Ommo~ si evil junior toh. Kukira siapa.

“Hyung … Jangan berteriak-teriak seperti itu di telingaku. Aku ini tidak tuli, hyung …”

“Harusnya aku yang berkata seperti itu, babo. Kau kan yang berteriak duluan di telingaku” Aku menjitak kepalanya dengan sendok sayur yang berada di tanganku.

#Pletak …

“Appo, hyung” Ringis Ryushin sambil memegangi kepalanya.

“Salahmu sendiri berteriak di telingaku” Ucapku cuek sambil mengalihkan mataku lagi ke panci soup yang ada di hadapanku.

“Ommo~” Apa ini? Kemana air-air itu? Kenapa hanya tinggal sayur-sayuran yang mengering. Aish~ jinjja …

“Itulah mengapa aku berteriak di telinga hyung tadi. Kau ini mau masak apa sih, hyung? Kau membiarkan airnya bergolak dan akhirnya surut. Kau ingin membuat sayuran kering, huh?” Cecar Ryushin sambil melirik tajam kearahku.

“Aish~ aku harus memasak ulang sekarang” Ku buang semua sayuran yang sudah tak bisa di pakai itu. Dan aku mulai mencari sayur-sayuran lain untuk menggantikannya.

“Sudahlah, hyung. Tidak usah masak sayur. Masak saja ramyeon. hehe …”

“Itu sih maumu, Ryu-ya” Cibirku tanpa melihat wajahnya dan masih fokus dengan masakanku.

“Hyung … Masakannya sudah jadi belum? Lapar nih” Seseorang masuk kedalam dapurku lagi. Ommo~ tadi evil junior, sekarang malah evil seniornya. Kenapa para evil ini jadi hobi kedapur, sih? Mengganggu konsentrasiku saja.

“Belum, Kyu” Jawabku singkat sambil memotongi sayur-sayuranku.

“Kau tahu, Kyu? Dia tadi melamun loh. Masakannya jadi gagal deh” Adu Ryushin. Aku melirik tajam kearahnya dan di balas dengan cengiran olehnya.

“Yak~ panggil aku hyung dan panggil ‘dia’ hyung juga” Kyuhyun malah mengomeli Ryushin. Bagus, Kyu. Jangan dengar ocehan tidak bergunanya itu.

“Aish~ kau tidak asyik. Lebih baik aku cari ahjussi dan bercerita padanya saja” Ryushin pergi meninggalkan kami di dapur. Dapat kutebak, sebentar lagi Kyuhyun pasti menyusulnya untuk mengoceh lagi karena tidak memanggilnya hyung lagi.

Eh~ kok aku merasa aura Kyuhyun masih ada di sekitar sini, ya? Apa dia tidak menyusul Ryushin? Apa yang dia lakukan di sini memangnya?

“Hyung …” Aish~ dia memang masih ada di sini rupanya. Perasaanku jadi tidak enak nih.

“Hmmm …” Aku pura-pura cuek aja aah~ pura-pura sibuk memasak -aku memang sibuk, sih-

“Ah~ anniyo” Dia malah pergi meninggalkanku sendiri di dapur. Ada apa dengannya. Dia seperti mau mengatakan sesuatu tapi tidak jadi. Tapi baguslah. Daripada dia bertanya yang macam-macam.

***

“Hyung aku mau bicara denganmu” Tumban si Kyuhyun menghampiriku saat aku sedang mencuci piring. Apa kepalanya baru saja terbentur atau Taehyun yang membenturkannya.

“Ada apa, Kyunie?” Tanyaku yang masih sibuk mencuci piring-piring kotor ini.

“Hyung kenapa?”

“Ha? Maksudmu?” Kenapa dia bertanya seperti itu? Memang aku terlihat seperti kenapa-napa?

“Kau dari tadi diam saja dan kulihat beberapa kali kau tersenyum sendiri. Ryushin juga tadi bilang, kau melamun saat memasak dan membuat masakanmu gagal. Kau aneh hyung. Kau baik-baik saja kan?”

“Tentu aku baik-baik saja, Kyu. Memang aku terlihat seperti tidak baik?”

“Hmmm … Tidak sih. Hanya saja kau terlihat sangat aneh dan tidak biasanya saja” Ujarnya. Dia menghampiriku tapi tidak membantuku mencuci piring. Dia hanya berdiri di samping wastafel sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya dan menatapku dengan tatapan tajam khasnya.

“Apanya yang tidak biasa, hum?” Ku tepis sedikit tangannya yang menutupi tempat piring. Dan aku meletakkan piring-piring yang selesai ku cuci. Kyuhyun berdiri di belakangku. Rasanya aura ini semakin menakutkan saja. Aku memang tak suka dia bersikap seperti ini padaku.

“Sudah kubilang tidak biasa hyung. Kau seperti orang yang … hmmm .. Sedang jatuh cinta”

#Prang … Piring terakhir yang hendak ku letakkan malah jatuh dari tanganku. Aku sangat shock mendengar ucapannya. Dia tepat sekali menebak perasaanku.

“Hiyaaaa~ hyung … Gwenchana?” Kyuhyun mengibaskan tangannya di depan wajahku. Aku terbengong-bengong menatapnya. Ekspresiku pasti sangat babo. Aish~

“Ah~ n-nde … nde … nan gwenchana, Kyu” Aku berjongkok dan mengumpulkan serpihan pecahan piring dan membuangnya ke tempat sampah.

“Hah~ ya sudah lah” Dia pergi meninggalkanku. Dan aku terpku menatapnya yang menjauh dari arah dapur. Menakutkan sekali … Dia bisa tepat menebak perasaanku.

***

Semenjak hari itu, aku sering mengunjungi supermarket ini hanya untuk melihatnya. Tentunya aku selalu menyamar sebaik mungkin agar tidak ada yang mengenaliku, bahkan dirinya.

Ia rupanya setiap hari berada di sini. Aneh sekali dia … Untuk apa dia ke supermarket setiap hari?

Meski aku sering melihatnya, tapi aku melakukannya secara diam-diam. Aku tak ingin dia tahu kalau aku mengikutinya. Aku memang penasaran pada dirinya, tapi aku tak berani mendekatinya dan mengajaknya berbicara.

“Hai …” Tiba-tiba ada seseorang yang menyapaku dari belakangku. Ku tolehkan wajahku kearah itu. Dan … Omo~

“Ah~ n-nde … H-ha-i …” Balasku dengan gelagapan. Sejak kapan dia ada di belakangku? Semoga dia tidak sadar kalau aku mengikutinya sedari tadi.

“Apa yang sedang kau lakukan disini, oppa?” Oppa? dia memanggilku oppa? Oh~ suaranya yang lembut memanggilku oppa. Aku jadi melayang (?) mendengar panggilannya.

“Ah~ hanya bosan di dorm dan mencari kesenangan saja” Aku mencarimu loh … Melihatmu adalah sebuah kesenangan bagiku. Xixixi … ^^

“Oh~ Sungguh beruntungnya diriku bisa bertemu denganmu. Hehe …”

“Kau bisa saja. Hmmm … Boleh aku tahu siapa namamu? Sejak pertemuan kita kali itu, aku belum tahu siapa namamu” Ku beranikan diriku untuk bertanya padanya. Aku berusaha mengendalikan perasaanku yang bergejolak ini. Dan aku berusaha bersikap se cool mungkin di hadapannya.

“Oh~ nde … Joneun Lee Jeun Hye imnida” Dia membungkukkan badannya sedikit dan tersenyum ke arahku. Jebal~ jangan goda imanku dengan senyum manis itu, Jeun Hye.

“Nama yang cantik” Pujiku. Omo~ apa yang kukatakan tadi? Aish~ aku malu mengingatnya.

“Gomawo oppa” Senyumnya semakin merekah dan pipi putih cerahnya menampilkan semburat pink yang sangat teramat imut itu.

“Hehehe …” Aku menundukkan kepalaku dan mengusap tengkukku karena malu.

“Oppa … Hmmm …” Dia sepertinya ingin mengatakan sesuatu tapi malu-malu. Saat malu-malupun dia nampak sangat cantik. Inikah yang namanya jatuh cinta? Sungguh membuatku gila.

“Ada apa, Jeun Hye?” Tanyaku dengan gaya setenang mungkin, meski hatiku sekarang sedang sangat tidak tenang.

“Kau itu kan kokinya Super Junior. Hmmmm …”

“Nde … Memangnya kenapa?”

“Boleh aku minta tolong padamu?” Boleh … Dengan senang hati. Hehehe …

“Minta tolong apa?”

“Bisakah aku minta tolong padamu untuk mengajariku membuat cake?” Tanyanya dengan malu-malu sambil menundukkan kepalanya.

“Memuat cake? Membuat cake apa?”

“Choco Cheesse Cake”

“Choco Cheesse Cake?”

“Nde …”

“Hmmm … Tentu saja bisa. Aku akan mengajarimu dengan senang hati”

“Gomawo, oppa. Mianhae aku merepotkanmu, padahal kita baru dua kali bertemu”

“Gwencahana, Hyenie”

“Hyenie?”

Omo~ apa yang ku ucapkan barusan? Aku memangilnya dengan semesrah itu? Aish~ dia marah tidak ya?

“Hmmm … Mianhae. Kau tidak suka, ya? Aku kelepasan bicara tadi” Ujarku tidak enak hati.

“Anniyo, oppa. Gwenchana. Aku suka kok panggilan itu. Aku hanya kaget saja mendengarmu memanggilku begit”

“Hmmmm … Hehehe …”

***

Sejak seminggu yang lalu, aku berkunjung kerumahnya jika aku sedang tidak ada kegiatan maupun latihan apapun. Aku senang mengajarinya memasak kue. Karena dengan begitu aku dapat lebih dekat dengannya. Dia itu gampang sekali di ajari. Baru dua kali aku mengajarinya membuat kue, dia sudah dapat membuat kue itu sendiri dengan hampir sempurna.

Dan kalian tahu? Suaranya itu merdu sekali loh. Di sela-sela kegiatan memasak cake kami, kami sering berduet menyanyikan lagu apa saja. Membuat suasana memasak kami tambah mengasyikan saja.

“Oppa …” Pangilnya tiba-tiba.

“Hmmm …” Aku menoleh ke arahnya.

“Hahahaha …” Tiba-tiba dia menyolekiku cream di pipi kananku. Dan dia tertawa bahagia karenanya.

“Kau ini … Rasakan ini” Saat dia sedang asyik tertawa, aku membalasnya. Satu sama …

“Hahahaha …” Kini giliranku yang tertawa.

“Oppa …” Dia kembali membalasku. Jadilah acara masak cake kami sore ini menjadi ajang perang cream cake. Mengasikan sekali.

“Hahahahaha …” Kami saling menertawai wajah masing-masing yang penuh dengan cream cokelat.

***

“Sebenarnya apa alasanmu memintaku mengajarimu memasak cake?” Tanyaku saat kami sedang duduk di ruang tamunya sambil menikmati hasil karya kami yang hancur karena di colek sana-sini tadi.

“Hmmm … Aku ingin membuatkan cake untuk orang yang spesial untukku” Deg~ dia sudah punya orang yang spesial?

“Nuguya?” Tanyaku takut-takut. Seketika aku merasa sudah tertolak sebelum menyatakan. Sangat sakit rasanya. Tapi aku berusaha tidak mempedulikannya.

“Mollayo. Aku belum tahu siapa orang itu. Hehehe … Hanya persiapan saja” Hah~ ternyata belum ada. Hampir saja jantungku loncat tadi karena saking kagetnya.

“Kupikir kau sudah punya pacar” Guarauku.

“Belum kok, oppa. Hehehe …”

‘Belum karena aku belum menjadi namjachingumu’ Ujarku dalam hati.

***

drrrrt …

From: Hyenie

Subject: Apa oppa sedang ada di dorm sekarang?

“Hiyaaaaa …” Hyenie meng SMS ku. Omo~

“Aish~ kenapa kau berteriak seperti itu, Wookie?”

“Gwenchana, hyung. Hehehe …”

Langsung kubalas saja sms Hyenie tanpa mendengar ocehan dan umpatan kesal dari Heechul hyung.

To: Hyenie

Subject: Nde. Aku sedang berada di dorm. Kenapa?

Beberapa menit kemudiam …

Life couldn’t get better (hey~)
Nan nol pume ango nara
Purun darul hyanghe nara (ho~)
Jamdun noui ib machul koya
Life couldn’t get better (hey~)
Noui mame munul yoro jwo
Gude ne sonul jabayo
Life couldn’t get better

“Yeoboseyo”

“Yeoboseyo, oppa”

“Ada apa, Hyenie?”

“Hmmm … Bolehkah aku main ke dormmu? Aku baru saja mempraktekan hasil pengajaranmu selama satu minggu ini, dan aku ingin menunjukannya kepadamu”

“Nde … Tentu saja boleh”

“Apa aku tidak akan mengganggumu?”

“Tidak kok. Kami baru ada kegiatan malam nanti. Jadi tak masalah kau datang sekarang”

“Oh~ arra. Aku akan datang setengah jam lagi. Annyeong oppa”

“Annyeong, Hyennie”

Omo~ Hyenie mau kesini. Dan lihatlah keadaan dorm ini? Seperti kapal pecah saja. Harus segera di bereskan.

“Wookie-ah … Kau kenapa? Tumben bersih-bersih jam segini” Tanya Leeteuk hyung sambil menatapku bingung.

“Temanku mau kesini setengah jam lagi, hyung. Tidak enak kalau dia melihat kekacauan ini” Aku membereskan semua barang-barang aneh ini sendirian.

“Teman atau teman?” Goda Eunhyuk hyung.

“Aish~ terserah kau sajalah, hyung”

***

#Ting … Tong …

“Oh~ hai, Hyenie” Aku membuka pintu dan Hyenie sudah ada di depanku sekarang. Dia nampak sangat manis dengan kaos pink yang ia tutupi dengan hoodie biru mudanya, dan ia memakai celana biru tua 3/4. Dia memakai apapun akan nampak sangat cantik.

“Hai … Oppa. Apa di dormmu sedang banyak orang?” Dia melihat sekeliling dorm dari depan pintu.

“Nde … Semua sedang berkumpul di ruang tengah. Masuklah dan kau akan ku perkenalkan dengan mereka semua” Hyenie masuk duluan dan aku mengikutinya dari belakang.

“Siapa itu, Wook?” Tanya Siwon hyung saat aku masuk bersama dengan Hyenie.

“Temanku, hyung”

“Jadi karena kedatangannya kau rapi-rapi tadi?” Aish~ Heechul hyung … Dia sama sekali tidak bisa menutupi rahasia orang lain. Andai aku memiliki tatapan mata seperti Kyuhyun, aku akan segera memelototinya.

“Perkenalkan hyungdeul dia ini temanku. Namanya Jeun Hye”

“Annyeonghaseyo oppadeul … Joneun Lee Jeun Hye imnida. Mannaseo Bangapseumnida” Sapa Jeun Hye.

“Annyeong, Jeun Hye” Balas hyungdeul sambil tersenyum ramah.

“Duduklah, Hyenie. Aku akan mengambilkan minum dan piring” Aku langsung melesat ke dapur dan meninggalkannya yang sedang di kerumuni hyungdeul.

“Kami pulang …” Tiba-tiba terdengar suara dari depan. Itu pasti Kyuhyun yang baru pulang sehabis menjemput Taehyun.

Aku mengampiri mereka dan meletakan teh serta piring kue di atas meja kecil yang ada di ruang tengah. Kulihat Taehyun dan Hyenie sedang mengobrol. Mereka mudah akrab rupanya. Baguslah … Hyenie jadi ada temannya.

“Ini kamu yang buat, Hyenie?” Tanya Shindong hyung yang nampak tak sabar akan memakan habis cake buatan Hyenie yang nampak sangat menggoda.

“Nde … Hehehe … Aku baru saja belajar membuat. Dan Ryeowook oppa yang mengajariku” Ucapnya malu-malu.

“Oh~ jadi selama ini kau menghilang karena ingin mengajari Hyeie membuat cake?” Selidik Yesung hyung. Hyungdeul dan Kyuhyun menatapku curiga. Sedangkan Taehyun hanya terkikik melihat ku di pojokan seperti ini.

“Kami pulang …” Ah~ untung saja Donghae hyung dan Soo Yoon cepat datang. Aku selamat deh.

“Hyenie … Perkenalkan ini Donghae dan Soo Yoon yeojachingunya” Ujarku memperkelakan Donghae dan Soo Yoon pada Hyenie.

“Anneyonghaseo … Lee Jeun Hye imnida”

“Soo Yoon imnida”

“Kau manis sekali. Apa kau yeojachingunya Ryewook oppa?” Tanya Soo Yoon tiba-tiba. Ku lihat Hyenie nampak salah tingkah dan ada semburat merah di kedua pipinya.

“Dia hanya temanku, Soo-ya” Jawabku.

“Oh~” Meski bilang oh~ nampaknya dia tidak percaya sepenuhnya padaku. Biarkan sajalah. Daripada dia malah ikut-ikutan memojokanku.

“Dia membawa kue seperti saat kau datang pertama kali kesini loh, Soo-ya”  Ujar Sungmin hyung.

“Sepertinya kisahmu dan Donghae akan terulang lagi pada mereka” Goda Heechul hyung sambil meliriku dan Jeun Hye. Kami jadi malu karena ucapan Heechul hyung.

“Sudahlah … Lebih baik kita makan kue buatan Hyenie sekarang”  Ujar Leeteuk hyung. Ah~ dia memang hyung yang paling mengerti akan suasana. Gomawo~ hyung.

“Aku pul … Hmmm … Ada bau kue” Gawat … Evil junior pulang. Bisa-bisa kue ini habis olehnya.

“Kueeee …” Dia langsung berlari kearah meja tanpa mempedulikan kami semua yang kaget melihatnya.

“Yak~ cuci tangan dulu” Omel Kyuhyun.

“Aku lapar” Dia langsung mengambil satu potong kue dan memakannya dengan lahap. Omo~ dia itu rakus sekali.

“Haha … Dia lucu, oppa” Ucap Hyenie tiba-tiba. Dia bilang apa? Ryushin lucu? Ha?

“Eh … Nuguya?” Tanya Ryushin sambil menatap Hyenie.

“Joneun Lee Jeun Hye imnida”

“Oh~ Cho Ryushin. Aku dongsaengnya Kyuhyun si evil senior. Hmmm … Gomawo sudah mengatakan aku lucu. Aku memang lucu, kok” Ujarnya dengan sangat percaya diri. Ingin ku bungkam saja mulutnya itu.

“Hahaha …” Hyenie malah tertawa menagapinya. Membuatku panas saja. Aish~ tak tahu kah dia kalau ada namja yang sedang terbakar api cemburu disini?

***

“Sini aku bantu, Hyenie” Saat aku ingin membantu Hyenie membereskan piring bekas kami makan kue tadi, tiba-tiba Ryushin sudah mendahuluiku dan membantu Hyenie. Ada apa dengan evil junior ini? Tumben sekali dia mau beres-beres. Perasaanku jadi tidak enak.

“Gomawo”

“Nde … Cheonmanaeyo, noona” Dia memanggil Hyeinie nooa? Soo Yoon saja tak pernah di panggilnya noona.

“Kajja … Kita cuci piring-piring ini bersama”

Aku hanya bisa melihat mereka berdua mencuci piring di dapur sambil bersenda gurau dan sesekali tertawa bahagia karena mereka berhasil mencolekan busa sabun ke wajah masing-masing. Aish~ aku tak sanggup lagi melihat ini.

“Hah~” Aku meninggalkan dapur dan berjalan lunglai menuju ruang tengah.

***

“Hai … Kau sedang apa di sini, Hyenie?” Saat aku sedang latihan dance untuk album ke 5 kami, Hyenie tiba-tiba datang ke ruang latihan kami.

“Aku di ajak kesini oleh Ryushin” Jawabnya sambil tersenyum. Ryushin yang mengajaknya? Jadi sejak dua minggu lalu, mereka saling berhubungan. Perasaanku makin tidak enak saja.

“Noona …” Tiba-tiba Ryushin mendekati kami, dan menarik tangan Hyenie menjauh dariku. Mereka duduk di pojokan sambil bercanda ber empat bersama dengan Taehyun dan Soo Yoon juga.

“Aish~”

***

“Hyenie … Ini sudah malam. Kamu mau ku antar pulang?” Tawarku.

“Tidak usah, oppa. Ryushin yang akan mengantarku pulang” Ryushin lagi? Kenapa sekarang aku merasa dia jadi sangat dekat dengan Ryushin?

“Noona … Ayo pulang”

“Kami pamit dulu, oppa. Bye”

Mereka berdua pergi menjauh. Ryushin mengantar Hyenie pulang menggunakan motornya. Hah~  aku rasa mereka berdua cocok. Hyenie nampak lebih bahagia saat bersama dengan Ryushin daripada denganku.

***

“Ryu-ya … Bagi aku sedikit dong”

“Shireo …”

“Kami mau itu juga, Ryu-ya …”

“Shireo …”

Aish~ kenapa 2 evil dan yeoja ikan ini ribut sih? Mengganggu konsentrasiku menghafal materi lagu saja.

“Itu dari Hyenie eonni kan?” Deg~ aku langsung menolehkan kepalaku ke arah Ryushin dan kue cokelat yang ada di tangannya. Hyenie memberikannya kue khusus?

“Hmmm … Aku ingin membuatkan cake untuk orang yang spesial untukku”

#Deg … Aku teringat dengan ucapan Hyenie dulu. Dia belajar membuat kue, agar dia dapat memberikan kue hasil buatannya untuk orang yang spesial untuknya. Apa Ryushin orang yang dia maksud?

“Dia memberikanku ini karena aku manis seperti kue katanya. Hihihi … Pesona namja” Ujar Ryushin sambil menyibakan poninya.

Aku yang panas mendengar ucapannya, memilih untuk menyingkir dari mereka bertiga dan masuk ke kamar.

***

“Kemana Ryu-ya? Dia tidak ikut makan di sini?” Tanya Heechul hyung pada saat kami sedang makan malam.

“Dia mau makan di luar katanya”

“Dimana?” Aku jadi penasaran dia makan di mana. Biasanya dia paling malas makan di luar. Dia suka sekali mengerecokiku dan memaksaku untuk membuatkannya makanan kapanpun ia lapar.

“Hmmm … Rumah Hyenie” Ujar Soo Yoon.

Mereka makan berdua di rumah Hyenie? Apa mereka benar-benar sudah pacaran? Tapi kalau mereka pacaran, seharusnya aku tahu kan? Aish~ aku pusing.

***

“Hyung …” Anak ini datang di saat yang kurang tepat. Aku sedang suntuk sekarang. Dan di tambah aku sedang cemburu berat dengannya.

“Hmmm …”

“Aish~ hyung …”

“Ada apa?” Aku menjawab panggilannya dengan nada datar. Aku benar-benar malas berbicara dengannya.

“Kau tahu bagaimana rasanya jatuh cinta?” Ha? Untuk apa dia menanyakan hal itu? Apa dia sedang merasa jatuh cinta? Dengan siapa? Hyeniekah?

“Mollayo” Jawabku singkat dan berbohong. Mana mungkin aku tidak tahu bagaimana rasanya jatuh cinta? Aku kan mencintai Hyenie. Bahkan sampai detik ini.

“Oh~” Dia meinggalkanku begitu saja. Hah~ dia sangat tidak peka sekali.

***

“Oppa …”

“Nde …”

“Kenapa kau belakangan ini menghindariku?”

“Aku tak menghindarimu?”

“Terus kenapa kau tak membalas SMSku dan bahkan kau tidak menyapaku saat kita bertemu di ruang latihanmu?”

“Ah~ mungkin aku saat itu sedang sibuk dan sedang berkonsentrasi. Aku jadi tak memperhatikanmu da tidak sempat membalas SMSmu. Mianhae, Jeun Hye”

Mianhae Hyenie … Aku terpaksa berbohong padamu. Mana mungkin aku dapat menyapamu di saat kau sedang berduaan dengan Ryushin. Kau tahu? Hatiku hancur saat melihatmu bersamanya. Aku sangat mencintaimu, Hyenie.

“Oppa … Kenapa kau memanggil namaku?” Dia terdengar kecewa karena aku tidak memanggilanya Hyenie lagi seperti dahulu.

“Ah~ gwenchana. Sudah terlalu banyak yang memanggilmu Hyenie. Aku ingin memanggilmu berbeda dengan yang lain saja”

“Oppa …”

“Nde …”

“Bisakah kita bertemu?”

“Mianhae … Aku sedang sangat sibuk dengan persiapan albumku saat ini”

“Jebal~ oppa. Sebentar saja”

“Hmmm … Arraseo. Kapan?”

“Besok malam di taman SMent”

“Nde …”

“Bye oppa. Sampai besok”

“Bye …”

Hah~ apa yang ingin dia bicarakan? Aku sungguh sudah tidak bersemangat lagi untuk bertemu dengannya. Meski aku masih sangat mencintainya.

***

“Ada apa kamu mengajakku bertemu, Jeun Hye?”

“Oppa …”

“Hmmm …”

“Saranghaeyo”

Mwo? Apa aku tak salah dengar? Dia bilang saranghaeyo padaku?

“Ha?” Tanyaku memastikan.

“Saranghaeyo, oppa” Ucapnya lagi. Kulihat pipinya memerah. Ani … Bukan cuma pipinya saja, tapi seluruh wajahnya memerah.

“Hajiman … Kau bukannya?” Aish~ bagaimana aku mengatakannya, ya? Aku selama ini kan mengiranya berpacaran dengan Ryushin dan aku jadi dingin padanya karena aku cemburu.

“Bukannya apa, oppa?” Tanyanya bingung dengan wajah innocentnya,

“Aish~ Otthokae???? Bukannya kau ini … Berpacaran dengan Ryushin?” Tanyaku pelan dan hati-hati. Aku takut malah menyinggung perasaannya.

“Ha? Aku tak ada hubungan apapun dengan Ryu-saeng, oppa. Aku menganggapnya seperti dongsaengku saja. Karena, dia mirip dengan dongsaeng kandungku”

“Jadi … Kau hanya menganggapnya dongsaengmu?”

“Nde … Jangan-jangan perubahan sikap oppa selama ini, karena oppa cemburu dan menyangka aku dan Ryu-saeng berpacaran?” Tebaknya tepat sasaran. Aku hanya mengangguk dan menundukkan kepalaku karena malu setengah mati. Aku ini babo. Jeongmal baboya …. Aku malah mengiranya berpacaran dengan Ryushin? Aish~ jinjja …

“Aish~ oppa … hahaha … Kau cemburu rupanya? Apa jangan-jangan …”

“Saranghaeyo, Hyenie …” Ucapku tiba-tiba sambil mengangkat wajahku dan menatap mata bulatnya.

Dia membelalakan matanya tak percaya. Dia diam sejenak dan kemudian tersenyum manis.

“Nado saranghae, oppa” Dia memelukku tiba-tiba. Sejenak aku kaget, dan kemudian aku membalas pelukannya.

Aku mengangkat dagunya. Wajah kami semakin dekat dan semakin dekat. Kumiringkan kepalaku. Dan dia memejamkan kedua matanya. Dan …

“Hiyaaaaaa … Apa yang kalian lakukan malam-malam di sini, coba?” Tiba-tiba hyungdeul, Kyuhyun, Ryushin, Taehyun, dan Soo Yoon datang menghampiri kami.

Aku dan Hyenie jadi salah tingkah karena mereka. Kami menjauhkan tubuh kami dan menunduk malu. Kami tidak berani saling bertatapan.

“Hahahaha … Kalian ini lucu sekali” Goda Heechul hyung. Wajah kami berdua semakin memerah karenanya.

“Hahaha … Akhirnya kalian jadian juga, ya. Kau tahu hyung? Aku sangat suka dengan ekspresi-ekspresi cemburumu itu. Hahahaha … Sangat lucu, kau tahu?”

“Apa maksudmu Ryushin?” Tanyaku sambil menatapnya tajam.

“Aku ini hanya memanas-manasimu selama ini. Habisnya kau tidak mengatakan perasaanmu, padahal kalian sudah sangat dekat. Aku jadi gemas. Ya~ aku kerjai saja hyung. Hahahaha …”

“Aish~ neoooooo …” Aku ingin mengejar Si evil itu, tapi tangan Hyenie menahan lenganku.

#Cup …

Ia mengecup pipi kananku. Dan kemudian ia berlari ke arah gedung SMent. Aku memegang pipiku yang baru saja di ciumnya.

“Cieilaaaaaah …” Goda mereka semua. Aku langsung saja meninggalkan mereka dan menyusul Hyenie. Dari pada aku di sini dan jadi bahan ledekan mereka semua.

***

Cinta itu memang sangat manis seperti kue. Manis saat kau baru pertama kali bertemu dengannya, dan bertambah manis saat kau bisa mendapatkannya.

Because … Love is Sweet ^^

One thought on “-My Story- {Kim Ryeowook} Love is Sweet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s