-WookHye- Memories

Nampak nya evil junior menikmati buat FF dengan cast Wookie :p

Main Cast: Kim Ryeowook / Lee Jeun Hye

OC: Super Junior’s Members / Park Soo Yoon / Kim Taehyun / Cho Ryushin

ps: Sebelum baca ini, lbh baik kalian baca dulu ff ini http://choriccu.wordpress.com/2011/07/28/my-story-kim-ryeowook-love-is-sweet/

-Love-

Ryeowook POV~

“Oppa apa kau ingat bagaimana kita bertemu dulu?”

“Tentu aku ingat, Hyenie-ya”

Flasback~

#Bruk … Saat aku sedang melihat-lihat lagi belanjaanku di troli, tiba-tiba ada yang menabrakku. Belanjaan yang dia bawa terjatuh semua dari keranjangnya.

“Mianhae … Mianhae ..” Dia membungkukan badannya 2 kali, kemudian berlutut untung memunguti belanjaannya.

“Gwenchana, agashi …” Aku ikut berlutut dan membantunya membereskan belanjaannya.

“Gomawoyo …” Setelah belanjaannya rapi, ia bangkit berdiri dan membungkukan badannya lagi. Aku ikut bangkit berdiri dan memperhatikan wajahnya.

omo~ dia imut sekali. aish~ aku sampai tak bisa bernapas melihat wajahnya yang sangat cantik dan manis.

“Hei … Gwenchana?” Dia mengibaskan tangannya di depan wajahku. Aku langsung tersadar dari lamunanku.

“Ah~ gwenchana … nan gwenchana”

“Gomawo, Ryeowook-sshi” Dia tersenyum manis padaku. Sangat manis … >,<

Omo~ dia mengenaliku? apa penyamaranku terbuka? ottokhae? kalau dia histeris bagaimana? bisa repot nih aku.

“Tenang saja. Aku tidak akan teriak dan penyamaranmu masih aman kok”

“Kamu bisa tahu apa yang kupikirkan?” Tanyaku tiba-tiba.

“Tertulis jelas di wajahmu”

“Hah?” Aku tercengang mendengar ucapannya.

“Hahaha .. Aku hanya bercanda” Dia tertawa. omo~ dia semakin imut saja kalau tertawa seperti itu. Aku mengagumi wajahnya.

“Hehe … Kupikir kau cenayang” Ujarku sambil mengusap-usap tengkukku dan menunduk malu. Pemikiran bodoh yang tiba-tiba saja lewat di pikiranku tadi.

“Ah~ aku harus buru-buru. Sekali lagi Mianhae dan Gomawo, Ryeowook-sshi” Dia membungkukan badannya lagi, tersenyum lagi, dan dia langsung pergi dari hadapanku sebelum aku sempat membalas ucapannya.

Flashback End~

“Oppa apa kamu ingat bagaimana akhirnya kita bisa saling mengenal dan akhirnya dekat?”

“Tentu saja aku mengingatnya. Bagaimana aku bisa lupa”

Flashback~

“Hai …” Tiba-tiba ada seseorang yang menyapaku dari belakangku. Ku tolehkan wajahku kearah itu. Dan … Omo~

“Ah~ n-nde … H-ha-i …” Balasku dengan gelagapan. Sejak kapan dia ada di belakangku? Semoga dia tidak sadar kalau aku mengikutinya sedari tadi.

“Apa yang sedang kau lakukan disini, oppa?” Oppa? dia memanggilku oppa? Oh~ suaranya yang lembut memanggilku oppa. Aku jadi melayang (?) mendengar panggilannya.

“Ah~ hanya bosan di dorm dan mencari kesenangan saja” Aku mencarimu loh … Melihatmu adalah sebuah kesenangan bagiku. Xixixi … ^^

“Oh~ Sungguh beruntungnya diriku bisa bertemu denganmu. Hehe …”

“Kau bisa saja. Hmmm … Boleh aku tahu siapa namamu? Sejak pertemuan kita kali itu, aku belum tahu siapa namamu” Ku beranikan diriku untuk bertanya padanya. Aku berusaha mengendalikan perasaanku yang bergejolak ini. Dan aku berusaha bersikap se cool mungkin di hadapannya.

“Oh~ nde … Joneun Lee Jeun Hye imnida” Dia membungkukkan badannya sedikit dan tersenyum ke arahku. Jebal~ jangan goda imanku dengan senyum manis itu, Jeun Hye.

“Nama yang cantik” Pujiku. Omo~ apa yang kukatakan tadi? Aish~ aku malu mengingatnya.

“Gomawo oppa” Senyumnya semakin merekah dan pipi putih cerahnya menampilkan semburat pink yang sangat teramat imut itu.

“Hehehe …” Aku menundukkan kepalaku dan mengusap tengkukku karena malu.

“Oppa … Hmmm …” Dia sepertinya ingin mengatakan sesuatu tapi malu-malu. Saat malu-malupun dia nampak sangat cantik. Inikah yang namanya jatuh cinta? Sungguh membuatku gila.

“Ada apa, Jeun Hye?” Tanyaku dengan gaya setenang mungkin, meski hatiku sekarang sedang sangat tidak tenang.

“Kau itu kan kokinya Super Junior. Hmmmm …”

“Nde … Memangnya kenapa?”

“Boleh aku minta tolong padamu?” Boleh … Dengan senang hati. Hehehe …

“Minta tolong apa?”

“Bisakah aku minta tolong padamu untuk mengajariku membuat cake?” Tanyanya dengan malu-malu sambil menundukkan kepalanya.

“Memuat cake? Membuat cake apa?”

“Choco Cheesse Cake”

“Choco Cheesse Cake?”

“Nde …”

“Hmmm … Tentu saja bisa. Aku akan mengajarimu dengan senang hati”

“Gomawo, oppa. Mianhae aku merepotkanmu, padahal kita baru dua kali bertemu”

“Gwencahana, Hyenie”

“Hyenie?”

Omo~ apa yang ku ucapkan barusan? Aku memangilnya dengan semesrah itu? Aish~ dia marah tidak ya?

“Hmmm … Mianhae. Kau tidak suka, ya? Aku kelepasan bicara tadi” Ujarku tidak enak hati.

“Anniyo, oppa. Gwenchana. Aku suka kok panggilan itu. Aku hanya kaget saja mendengarmu memanggilku begitu”

“Hmmmm … Hehehe …”

Flashback End~

“Oppa …”

“Nde … Hyeni-ya”

“Kamu juga ingatkan bagaimana kamu dengan sabar mengajariku?”

“Kamu berbakat, Hyeni. Aku tak lama mengajarimu dan aku tak butuh kesabaran. Karena kamu memang bisa”

“Ah~ oppa … Kau bisa saja”

“Hahahaha …”

“Kita seringbercanda saat memasak. Itu adalah moment paling mengesankan dan menyenangkan untukku”

“Nado”

Flashback~

“Oppa …” Pangilnya tiba-tiba.

“Hmmm …” Aku menoleh ke arahnya.

“Hahahaha …” Tiba-tiba dia menyolekiku cream di pipi kananku. Dan dia tertawa bahagia karenanya.

“Kau ini … Rasakan ini” Saat dia sedang asyik tertawa, aku membalasnya. Satu sama …

“Hahahaha …” Kini giliranku yang tertawa.

“Oppa …” Dia kembali membalasku. Jadilah acara masak cake kami sore ini menjadi ajang perang cream cake. Mengasikan sekali.

“Hahahahaha …” Kami saling menertawai wajah masing-masing yang penuh dengan cream cokelat.

Flashback End~

“Hmmmm … Kamu juga tidak lupakan bagaimana kamu mencurigaiku berpacaran dengan Ryu-saeng? Kamu lucu saat itu. Hahahaha …”

“Yah~ Hyeni-ya. Kamu membuatku nampak bodoh karena salah paham waktu itu”

Flashback~

“Ada apa kamu mengajakku bertemu, Jeun Hye?”

“Oppa …”

“Hmmm …”

“Saranghaeyo”

Mwo? Apa aku tak salah dengar? Dia bilang saranghaeyo padaku?

“Ha?” Tanyaku memastikan.

“Saranghaeyo, oppa” Ucapnya lagi. Kulihat pipinya memerah. Ani … Bukan cuma pipinya saja, tapi seluruh wajahnya memerah.

“Hajiman … Kau bukannya?” Aish~ bagaimana aku mengatakannya, ya? Aku selama ini kan mengiranya berpacaran dengan Ryushin dan aku jadi dingin padanya karena aku cemburu.

“Bukannya apa, oppa?” Tanyanya bingung dengan wajah innocentnya,

“Aish~ Otthokae???? Bukannya kau ini … Berpacaran dengan Ryushin?” Tanyaku pelan dan hati-hati. Aku takut malah menyinggung perasaannya.

“Ha? Aku tak ada hubungan apapun dengan Ryu-saeng, oppa. Aku menganggapnya seperti dongsaengku saja. Karena, dia mirip dengan dongsaeng kandungku”

“Jadi … Kau hanya menganggapnya dongsaengmu?”

“Nde … Jangan-jangan perubahan sikap oppa selama ini, karena oppa cemburu dan menyangka aku dan Ryu-saeng berpacaran?” Tebaknya tepat sasaran. Aku hanya mengangguk dan menundukkan kepalaku karena malu setengah mati. Aku ini babo. Jeongmal baboya …. Aku malah mengiranya berpacaran dengan Ryushin? Aish~ jinjja …

“Aish~ oppa … hahaha … Kau cemburu rupanya? Apa jangan-jangan …”

“Saranghaeyo, Hyenie …” Ucapku tiba-tiba sambil mengangkat wajahku dan menatap mata bulatnya.

Dia membelalakan matanya tak percaya. Dia diam sejenak dan kemudian tersenyum manis.

“Nado saranghae, oppa” Dia memelukku tiba-tiba. Sejenak aku kaget, dan kemudian aku membalas pelukannya.

Aku mengangkat dagunya. Wajah kami semakin dekat dan semakin dekat. Kumiringkan kepalaku. Dan dia memejamkan kedua matanya.

Flashback End~

“Kamu manis saat cemburu, oppa. Hahaha …”

“Aish~ ini semua gara-gara si evil junior itu”

“Mwoya? Kenapa menyebut-nyebut aku? Kalian berdua masakalah yang cepat. Kami sudah lapar nih. Di dapur malah ngobrol. Hais~” Anak ini sungguh tidak ada sopan-sopannya seperti hyungnya. Dia juga suka muncul dimana saja. Aku ingin melemparnya dengan penggorengan ini. Kalau aku tak ingat ini aku beli berdua dengan Hyenie, aku pasti sudah melemparkannya pada wajah evilnya itu.

“Sabar ya Saeng” Huh~ Aku paling tidak suka melihat Hyenie memanjakannya. Karena si evil junior mirip dengan dongsaengnya, dia jadi memanjakannya.

“Jangan manjakan dia. Aku cemburu, Jagi” Ucapku jujur sambil terus memotong wortel dengan kekuatan penuh.

#tak … tak … tak …

“Jangan seperti itu oppa. Aku kan hanya tidak ingin meladeni kelakuannya saja. Jangan cemburu, ya”

“Hah~”

“Wookie oppa … Hyenie-ya … Kalian masak lama sekali. Kami sudah lapar nih” Aih~ tak sabaran sekali mereka semua. Kalau mau makan kenapa tidak membantuku dan Hyenie. Ckckckck …

“Sabar, ya”

“Jangan lama-lama. Eonni, oppa”

“Nde …”

“Kamu itu terlalu baik, jagi. Aku makin sayang padamu”

“Oppa bisa saja” Omo~ dia malu-malu. Manisnya …

#Chu~

“Oppa …”

“Hehehehe …”

“Cieilaaaaah …. Pantas saja lama sekali masaknya. Jadi ini yang kalian lakukan? Hahahaha …” Haish~ kenapa mereka semua masuk ke dapurku, sih? Wajahku dan Hyenie jadi sama-sama memerah karena malu.

“Hei … Jangan suka berciuman di dapur atau dimanapu. Tidak sadar kalau masih ada anak-anak disini?” Tegur Siwon hyung. Dia sedang menutupi mata Ryushin. Anak itu dibilang anak-anak? Bercanda saja nih si hyung.

“Hyung …” Rengek Ryushin.

“Jangan melihat mereka. Itu dosa, Ryu-ya” Hyungku satu ini memang berlebihan. -.-

“Kalau si evil ini anak-anak? Apa kabarnya dengan aku oppa?” Protes Taehyun yang notabene berumur lebih muda dari Ryushin beberapa bulan.

“Kamu kan sudah dewasa, Tae-ya. Kamu kan pernah melakukan ‘Chu’ dengan Kyuhyun. Anak ini kan masih suci. Belum pernah pacaran apalagi popo. Jadi jangan kotori otaknya” Nasihat Siwon hyung yang tidak jelas.

“Aish~ hyung” Cibir si evil senior.

“Sudah-sudah … Kita tinggalkan dapur ini. Biarkan mereka memasak” Akhirnya Leeteuk hyung mengusir semuanya. Gomawo hyung …

“Kalau Ryu-ya masih polos, berarti dia itu tidak laku. Hahaha …” Terdengar ledekan Soo Yoon sebelum mereka semua benar-benar meninggalkan dapur.

“Yak~ yeoja ikan. Kalau aku masih semuda ini sudah dikatakan tidak laku, apa kabarnya dengan para ahjussi ini?” Teriak Ryushin dari ruang tengah. Dan sebentar lagi, para ahjussi yang dimaksud pasti ikut berteriak.

“Neoooooo …” Benarkan.

“Mereka lucu ya, oppa. Hahahaha …”

“Kamu lebih lucu, Hyenie”

“Oppa …”

“hahaha … Kamu imut sekali saat malu-malu”

“Sudah lah ayo kita lanjutkan memasaknya. kasihan mereka sudah kelaparan”

“Nde …”

Aku sangat bahagia dan beruntung bisa memilki yeojacingu seperti yeojaku. Dia yeoja terbaik da termanis yang pernah aku temui. Untung dia tidak seevil Soo Yoon atau Taehyun. Khukhukhu …

“Saranghae, Hyenie”

“Nado oppa …”

#Chu~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s