FF ~ Give me one chance Part 3 [Ending]

Alloha ^^

muahahaha, akhir nya setelah hampir sebulan ga niat bikin FF akhir nya selesai juga part 3 sekaligus ending FF ini 😀

maaf lama dan kalau terlalu singkat cerita nya xD

Happy Reading semua….

Author  : Lee Jeun Hye

Cast     : Lee Jeun Hye

Kim Ryeowook

Choi Jonghun

Dalma

Jeun Hye POV

“Jonghun oppa!” aku berteriak dan menghampiri seorang namja di ujungsana.

Dia adalah teman ku semasa kecil dan kami sangat dekat. Namun beberapa tahun ini kami tidak pernah bertemu karena dia pindah ke Amerika.

“He? Hyenie?” Tanya nya ragu saat melihat arah suara ku.

“Nde oppa. Aigoo! Sudah lama tidak melihat mu kau sangat berubah ya oppa.”

“Ah ani. Aku masih sama dengan Jonghun yang dulu.” Jonghun terkekeh.

“Oh ya ngomong-ngomong, apa kabar oppa?” aku sampai lupa menanyakan kabar tentang nya.

“Ne, baik. Dan kau?”

“Aku juga baik oppa.”

“Kau kemari dengan siapa Hyenie?”

Dia melihat ke sekeliling sebentar lalu menatap ku kembali. Ya ampun aku lupa aku meninggalkan Wookie oppa sendirian disana.

Ku tenggok sebentar kea rah tempat duduk ku. Wookie oppa masih disana rupa nya. Namun, lagi-lagi si dalma ada di sebelah nya.

“Kau kenapa Hyenie?” Jonghun melambaikan tangan nya di depan mata ku.

“Ani oppa, aku datang bersama mereka.” Aku menunjuk ke arah chingudeul.

“Oh ramai sekali haha.”

“Nde, kau mau kesana oppa? Biar ku kenalkan mereka.” Aku tersenyum menatap nya.

“Jinjja? Tentu aku mau.” Jawab nya antusias.

***

“Annyeong.” Aku membuka suara agar semua perhatian tertuju padaku.

“Annyeong.. Hyenie? Kau sedang bersama siapa?” Tanya Taehyun dengan kepo nya.

“Nde, ini teman kecil ku. Choi Jong Hun.”

Jonghun menggulurkan tangan nya kepada mereka satu per satu.

“Woah!! Hidung nya mancung sekali! Tidak sepeti ikan badut ku.” Yoonie mengucapkan nya tanpa sadar dengan mata berbinar.

“Mwo jagi? Kau bilang apa barusan?” Donghae menatap Sooyoon dengan penuh arti.

“Oh jadi dia teman masa kecil mu Hyenie. Tepat sekali dia ada disini sama seperti mu.” Ucap Wookie dengan dingin.

“Setidak nya kami jarang bahkan tidak pernah bertemu. Tidak seperti kau dengan Dalma.” Jawab ku ketus.

“Kenapa kau bicara seperti itu Hyenie?”

“Semua juga tau oppa kalau dia suka dengan dirimu. Kau terlalu perhatian dengan nya! Aku tahu apa yang terjadi di dalam bus.”

“Aku hanya perhatian sebagai teman Hyenie. Tidak lebih.”

“Memang bagi mu itu tidak lebih! Tapi bagi dia?”

“Jangan bertengkar disini Hyenie. Ayo kita ke kembali ke hotel.” Bujuk Sooyoon.

Jonghun hanya terdiam. Pasti nya dia kaget karena kehadiran nya membuat sebuah pertengkaran.

“Aku tidak bertengkar Yoonie. Aku hanya sedang menyelesaikan masalah ku.” Aku menarik napas dalam.

Ryeowook POV

“Aku tidak bertengkar Yoonie. Aku hanya sedang menyelesaikan masalah ku.” Hyenie menarik napas dalam.

“Apa nya yang menyelesaikan masalah Hyenie? Kau itu membuat masalah.”

“Terserah kalau begitu! Kau tanyakan perasaan Dalma pada mu biar kau yakin apa yang aku katakan oppa.”

“Kau itu seperti anak kecil Hyenie.”

“Kau yang tidak terlalu peka dengan sekitar mu oppa.”

Memang benar aku tidak pernah peka dengan keadaan sekitar. Apa lagi masalah perasaan Dalma terhadap ku. Aku hanya mengganggap dia sebagai teman tidak lebih.

Hyenie pergi meninggalkan aku. Dan ku biarkan dia pergi dengan Jonghun.

Jeun Hye POV

“Ih bener-bener deh si Wookie oppa, astaga.” Aku mengeluh di dalam perjalanan menuju hotel.

“Sudah ku bilangkanHyenie, kau itu harus memarahi Dalma itu.” Ryushin mengucapkan kalimat nya sambil mengunyah.

“Mwo? Memarahi nya? Kau kata aku ini yeoja seperti apa.”

“Kau itukanmemang galak Hyenie.” Jonghun menatap heran mendengar kata-kata ku.

“Aish Jonghun, itu masa lalu jadi lupakan lah.”

“Lalu kau mau melakukan apa?” Taehyun bertanya kepo.

“Tentu saja seperti yang dikatakan Ryushin! Baboya kau Taehyun.” Sooyoon mengeplak kepala Taehyun.

Ryeowook POV

Aku hanya duduk termenung di balkon hotel. Leeteuk hyung menghampiri ku yang sedang termenung.

“Wookie ah ada apa dengan mu? Kau terlihat seperti banyak pikiran hari ini.” Leeteuk hyung berkata sambil menepuk pundak ku.

“Biasa hyung masalah Hyenie.” Jawab ku singkat.

“Hyenie? Ada apa lagi dengan dia?” Leeteuk hyung duduk di sebelah ku.

“Karena Dalma hyung.” Jawab ku tetap singkat.

“Dalma? Aish! Aku tahu, pasti Hyenie cemburu dengan Dalma. Benar kan?”

“Nde hyung. Begitulah.” Aku tertunduk lemas.

Aku tideak habis pikir kenapa harus Hyenie marah dengan hal seperti ini. Dan kenapa harus ada Jonghun yang hadir saat kami sedang bertengkar.

Tidak tahu kah dia kalau aku juga tidak suka dengan kehadiran Jonghun disini.

“Yak! Kau jangan melamun lagi Wookie ya. Lebih baik kau menyelesaikan nya.” Leeteuk hyung menyadarkan ku dari lamunan ku.

“Mianhae hyung. Aku hanya sedang berpikir.”

“Sudah jangan banyak berpikir. Kau temui saja mereka.” Leeteuk hyung pergi meninggalkan ku.

Dalma POV

‘Jeunhye! Kau tidak harus melakukan itu pada Wookie seenak nya! Aku tidak akan membiarkan nya.’ Batin ku setelah aku melihat kejadian tadi sore.

Aku memutuskan untuk menemui nya.

“Hyenie!” panggil ku kepada seorang gadis di antara teman-teman nya.

Gadis itu menoleh pada ku dan berhenti tertawa melihat kehadiran ku. “Kau?” tanya nya bingung.

“Iya ini aku. Aku ingin bicara dengan mu berdua.” Ajak ku dingin.

“Ok! Tunggu sebentar ya chingu.” Hyenie menghampiri ku yang berdiri tak jauh dari tempat dia duduk.

“Mau apa kau?” tanya nya ketus saat dia sudah ada di hadapan ku.

“kau tanya aku mau apa?”

“Iya! Apa kurang jelas pertanyaan ku?” tanya nya sinis.

Mata nya tersirat kebencian.

“Kau itu yeoja yang tidak tau diri Hyenie!” pekik ku membuat nya sedikit terkejut.

“Mwo? Aku tidak tahu diri? HEH! Sadar Dalma! Kau yang tidak tahu diri! Untuk apa kau mendekati Wookie? Hah?!”

“Itu karena aku menyukai nya! Kurang kah alasan ku?” senyum licik terukir di wajahku.

“Menyukai nya? Ish! Yeoja gila! Wookie hanya menggangap mu sebagai teman! Bahkan aku rasa teman pun dia tidak mau.”

Aku terdiam mendegar kata-kata nya.

Ryeowook POV

“Itu karena aku menyukai nya! Kurang kah alasan ku?” senyum licik terukir di wajahku.

“Menyukai nya? Ish! Yeoja gila! Wookie hanya menggangap mu sebagai teman! Bahkan aku rasa teman pun dia tidak mau.”

Ku lihat Dalma terdiam. Kata-kata mereka belum mampu aku cerna.

Dalma benar-benar menyukai ku.

Aigoo!!

Ini harus aku selesaikan segera.

“Hyenie! Dalma.” Aku memanggil mereka.

Dua yeoja itu terdiam dan menatap ku dengan mata terbelalak.

“Oppa? Kenapa kau bisa di sini?” tanya dalma dengan gugup.

“Aku hanya kebetulan lewat dan melihat kalian berdua disini.” Jawab ku sinis.

“Berarti kau mendengar semua percakapan kami?” Tanya Hyenie.

“Tentu saja Hyenie.” Suara ku melembut.

Entah mengapa saat aku harus menjawab pertanyaan Hyenie aku menjawab nya dengan nada yang berbeda dari suara aku yang menjawab dingin.

“Hmm, mianhae oppa. Aku tidak bermaksud untuk….”

Aku memotong pembicaraan Hyenie “Gwenchanayo Hyenie. Aku tahu maksud mu.”

“Oppa! Aku hanya menyatakan semua perasaan ku oppa!” Dalma mencoba menjelaskan.

“Sudah Dalma, bukan kah aku sudah pernah bilang pada mu. Aku hanya menanggap diri mu hanya sebagai teman. Harus nya kau mengerti sejak dulu.”

“Tapi oppa…”

“Lebih baik kau mulai melupakan aku. Ingat, aku tidak akan menyukai mu.”

Jeun Hye POV

“Sudah Dalma, bukan kah aku sudah pernah bilang pada mu. Aku hanya menanggap diri mu hanya sebagai teman. Harus nya kau mengerti sejak dulu.”

“Tapi oppa…”

“Lebih baik kau mulai melupakan aku. Ingat, aku tidak akan menyukai mu.”

Betapa hati ku lega mendengar pernyataan Wookie pada Dalma.

“Yak! Kau dengar kan Dalma! Wookie tidak menyukai mu!”

“Ish! Kau tidak menang Hyenie!” Dalma pergi meninggalkan kami.

Seulas senyum mengembang di wajahku.

“Yak! Oppa, mianhae atas kecemburuan ku. Tapi itu bukan salah ku. Siapa suruh kau terlalu perhatian kepada dia.” Aku berjalan menjauhi Wookie.

“Hey! Jadi kau masih belum mau memaafkan ku?” Wookie mensejajarkan jalan nya dengan ku.

“Aku tidak marah pada mu hanya kesal.”

“Ish! Aku juga kesal karena Jonghun!”

Aku berhenti berjalan “Mwo? Jonghun? Wae dengan dia?”

“Iya dia. Kau pergi dengan dia. Aish!”

“Dia hanya teman ku oppa.”

“Yakin?”

“Ne, tentu. Tidak seperti mu dengan Dalma.”

“Jangan sebut-sebut Dalma lagi.”

“Kalau gitu jangan cemburu pada Jonghun.”

Wookie menarik diriku ke dalam pelukan nya.

“Baiklah. Aku tidak akan seperti itu. Dan tidak akan perhatian pada Dalma, aku janji. Berikan aku kesempatan?”

Aku donggakan kepalaku “Nde, hahaha. Aku tahu Wookie memang hanya untuk ku.”

“Pede sekali kau Hyenie.”

“Itu nyata oppa.”

“Ah baiklah terserah pada mu.”

“Saranghae oppa.”

Wookie mencium bibir ku sebentar

“Nado Saranghae Hyenie.”

10 thoughts on “FF ~ Give me one chance Part 3 [Ending]

  1. Dalma si nenek sihir akhir’ny di usir jg. Ganggu aja dia. Emg enk tuh … Trllu pd sih *terbawa suasana vv=>kartika style<= awakakaka … Bagus, singkat, pdat, n jelas. + seru. Tpi napa gk mpe jambak"an sih? Cubit"an n tendang"an gitu. *bisikan evil* hahaha …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s