FF ~ Triangle Love

HI ^^

aku kembali dengan FF baru xD

Maaf kalau jelek xD ini buat nya sambil kerja soal nya kkkk

happy reading *udah ga bisa berkata lagi*

 

Author  : Lee Jeun Hye

Cast     : Lee Jeun Hye

Kim Ryeo Wook

Choi Jong Hun

 

 

“MWOOO?” teriak ku bersamaan dengan kedua namja di sebelah ku, Wookie dan Jonghun.

“Ini gila appa.” Teriak ku kesal pada appa ku.

“Iya dan ini tidak mungkin, aku tidak mau.” Sambung Wookie kepada eomma nya.

“Dan aku pun tidak mau ini terjadi appa.” Jonghun menghela napas panjang.

 

Kami bertiga saling memandang lalu memandang orang tua kami masing-masing yang sedang duduk di hadapan kami.

“Kami juga tidak ingin ini terjadi Wookie, tapi ini adalah wasiat dari kakek kalian bertiga sebelum mereka meninggal karena kecelakaan.” Jelas eomma Wookie.

“Tapi appa, eomma. Apa kalian tega melihat kami seperti itu?” Jonghun mencoba merayu orang tua nya.

“Kami juga tidak ada pilihan Jonghun.”

 

Aku menangis terisak seketika “Appa, eomma. Aku tidak ingin menikah dengan mereka. Apa lagi mereka berdua dalam satu pernikahan aku tidak mau.”

“Tapi itu wasiat Hyenie, kau harus melakukan nya.” Eomma membelai rambut ku.

 

Ini sungguh tidak masuk akal jika aku harus menikahi mereka berdua. Mereka hanya teman dekat ku saja tidak lebih.

Lagi pula aku ini  masih muda tidak mungkin bisa berumah tangga dengan baik.

Aku pergi dari hadapan mereka. Memang tidak sopan tapi aku sudah tidak bisa menahan tangis ku lagi.

Mengapa takdir hidup ku begitu buruk?

Wookie dan Jonghun menyusul ku keluar dari rumah ku.

 

 

***

 

Jonghun POV

 

“Aku benar-benar tidak menyangka nasib kita akan seperti ini.” Wookie menatap langit dari balkon tempat kami duduk.

Sedari tadi Hyenie hanya diam menatap kosong ke depan.

“Tidak hanya kau, aku juga tidak percaya dengan semua ini.” Aku meminum teh ku.

Hyenie mulai menangis lagi.

“Aku tidak mau menikah muda.” Kata Hyenie di sela tangis nya.

“Uljima Hyenie, itu tidak menyelesaikan masalah.” Wookie menjawab tenang.

“Kenapa kakek harus memberikan wasiat seperti itu? Kenapa aku harus menikah dengan 2 namja sekaligus? Kyaaa!” Hyenie menjerit dan kembali menangis.

“Jangan menangis Hyenie! Kau kira aku juga senang? Aku harus berbagi istri dengan Wookie?”

Kami terdiam sejenak.

 

Ryeowook POV

 

“Kenapa kakek harus memberikan wasiat seperti itu? Kenapa aku harus menikah dengan 2 namja sekaligus? Kyaaa!” Hyenie menjerit dan kembali menangis.

“Jangan menangis Hyenie! Kau kira aku juga senang? Aku harus berbagi istri dengan Wookie?”

Kami terdiam sejenak.

“Jika hanya aku yang menikah dengan Hyenie, aku tidak masalah. Tapi ini harus dengan Jonghun. Aku tidak mau.” Aku mengatakan itu memecahkan keheningan di antara kami yang sedang sibuk dengan pikiran kami masing-masing.

“Aish! Itu si mau mu Wookie-ya! Itu karena memang karena kau mencintai Hyenie!” Jonghun setengah berteriak.

“Ah sudah lah. Sekarang kita harus cari jalan keluar nya. Lagi pula bagaimana dengan namja chingu ku kalau tahu ini semua?” Hyenie menghentikan semua nya sekaligus tangisan nya.

“Mwo? Namja chingu?” teriak ku dan Jonghun bersamaan.

“Ne. ah iya aku lupa memberi tahu kalian. Kemarin aku baru saja jadian dengan Eunhyuk. Lalu bagaimana?” jelas ku panic.

“Eunhyuk? Aigoo! Kenapa kau harus berpacaran dengan dia Hyenie.” Jonghun menatap dengan rasa tak percaya.

 

***

 

Sudah seharian kami berpikir namun sampai sekarang kami belum juga menemukan jalan keluar dari masalah ini.

Eunhyuk malam ini bertamu ke rumah. Jadi dia bertemu dengan Wookie dan Jonghun.

“Kalian kenapa? Wajah kalian begitu kusut.” Tanya Eunhyuk setelah melihat kami terduduk lemas di sofa.

“Aniyo oppa, hanya masalah keluarga.” Jawab ku lemas.

“Jinjja? Beri tahu aku, siapa tahu aku bisa membantu.” Eunhyuk memamerkan deretan gigi dan gusinya.

“Gwenchanayo, jinjja.”

 

Tiba-tiba Wookie berteriak mengagetkan kami semua.

“Yak! Aku menemukan jalan keluar!” ucap nya dengan wajah berseri-seri.

“Apa? Ppalli! Katakan!”

“Kita tidak perlu menuruti wasiat itu. Untuk apa? Toh kakek kita juga tidak tahu kalau kita tidak meneruskan wasiat nya. Benarkan?”

 

Hening…

 

“Ah! Kau benar Wookie! Kakek juga tidak akan tahu tentang kita.” Aku hanya mengangguk-angguk.

“Kalau begitu kita bisa bebas! Yey!”

 

 

Jeunhye POV

 

“Hoammm, segar nya hari ini. Aku bisa melakukan aktivitas ku tanpa beban pikiran masalah kemarin.” Aku tersenyum melihat matahri pagi dari jendela.

“Hyenie, aku sudah bangun? Ayo cepat ini sudah terlambat!” pekik Jonghun dari depan pintu.

“Mwo? Terlambat? Omona! Hari ini aku ada latihan untuk drama musical ku. Tunggu aku Jonghun ya!”

Aigoo!!

Kenapa aku bisa terlambat hari ini. Bukan kah ini hari yang aku tunggu-tunggu?

Ini pasti karena kemarin aku terlalu lelah berpikir tentang masalah itu.

 

Brakkk…

 

“Huwaaaa!!” jerit ku.

“Adaapa Hyenie?” Wookie berteriak dan berlari ke dalam kamar.

“Yak! Wookie-ya hiks… hikss… aku terpeleset.” Ucap ku sambil menangis.

“Aish kau ini! Sudah terlambat namun pake acara jatoh pula.”

“Kau itu seharus nya membantu ku bukan nya menceramahi ku.

 

***

 

Aku jalan sedikit terpincang akibat tadi pagi terpeleset. Kini aku telah sampai di depan ruang latihan.

“Annyeong, mianhae aku terlambat.” Aku membungkukan badan ku.

“Kenapa kau terlambat?” Tanya orang di hadapan ku dengan dingin.

“Karena aku tadi pagi jatuh.” Jawab ku gugup.

 

‘Hari ini benar-benar hari yang buruk’ batin ku.

 

“Jatuh? Apa ada yang luka?”

“Ani.. hanya saja kaki ku keseleo.”

“Ok! Peran mu akan di gantikan oleh Dalma.”

“Mwo? Andwae! Aku bisa latihan hari ini. Jinjja aku bisa.” Aku memohon.

“Tidak mungkin kau latihan dengan kaki keseleo, dan jika kau tidak latihan hari ini waktu kita sudah tidak banyak untuk menunggu mu sembuh. Jadi lebih baik dig anti dengan orang lain.” Laki-laki setengah baya itu pergi meninggalkanku.

“Yak!” aku tertunduk lemas.

 

Impian ku, drama musical ku, semua hancur karena aku jatuh.

Aku menangis di pinggir ruangan sendirian.

 

Ryeowook POV

 

Hari ini hari yang aku tunggu.

‘aku akan menjadi master chef internasional’ gumam ku di depan kaca.

Impian ku akan segera menjadi nyata.

Aku tersenyum kecil mengingat hal ini.

Aku melirik jam di tangan ku. Sudah waktu nya aku pergi ke tempat pertandingan.

Aku pergi menuju mobil ku.

Dan aku pergi menyusuri jalananSeoul.

 

Buzzzz… *bunyi ban pecah*

 

“Mwo? Suara apa itu?” ucap ku saat pelan-pelan mobil ku mulai berhenti berjalan.

“Aigoo! Kenapa berhenti di saat seperti ini?” aku mulai panik.

Aku melihat ke sekeliling ku. Sedang tidak terlalu ramai. Ku lihat dari kaca spion mobil ku.

“Yak! Ban mobil ku pecah. Omona! Bagaimana ini?” aku mulai mencari alat untuk memperbaiki ban ku. Dan aku menemukan nya.

Segera aku turun dari mobil ku, berniat mengganti ban ku dengan ban serep yang ada di belakang mobil ku.

Ku ambil ban serep itu “Aigoo! Ban ini juga kempes.” Aku berdiri lemas meratapi ban di hadapan ku.

 

‘impian ku, master chef internasional ku hilang sudah harapan ku hanya karena ban mobil ku yang pecah.’ Ucap ku lirih saat ku lihat jam tangan ku dan menunjukan pukul 11.00 AM KST, pertandingan telah di mulai.

 

 

Jonghun POV

 

“Eomma, aku pergi dulu ya.” Teriak ku sambil berjalan ke arah mobil ku di garasi.

Hari ini FTIslandakan comeback di Music Bank, setelah sekian lama kami tampil disana. Akhir nya kami akan tampil lagi.

Segera ku lajukan mobil ku ke gedung KBS untuk recording.

Hongki, Jaejin, Minhwan dan Seunghyun sudah sampai disana terlebih dahulu.

 

Sesampai nya aku di gedung KBS.

“Annyeong.” Sapa ku pada teman-teman ku yang sedari tadi memang sudah menunggu ku.

“Mengapa kau lama sekali Jonghun ya?” Hongki bertanya pada ku tanpa memalingkan wajah nya dari hp nya.

“Mianhae Hongki ya, aku tadi ada urusan sebentar.” Jawab ku singkat.

“Kau itu leader tidak bertanggung jawab hyung.” Minhwan menceploskan kalimat nya dengan polos.

“HAHAHAHAHA.” Kata kata Minhwan membuat semua orang menertawai ku.

“Aish sudah lah! Heuh! Lalu kapan kita akan mulai recording?” Tanya ku.

“Sebentar lagi hyung. Minum lah dulu.” Seunghyun menyodorkan sebotol minuman untuk ku.

“Ne.”

 

“Ayo semua ke atas panggung untuk recording.” Seorang yeoja berteriak menyuruh kami ke panggung.

Itu arti nya recording akan di mulai.

Kami mencoba alat kami masing-masing.

“Test test.” Hongki mencoba mic yang di pegang nya.

Minhwan juga sudah mulai mengebuk-gebuk drum nya di belakang. Seunghyun sudah menggalungkan gitar nya. Dan Jaejin sudah mulai menyalakan bass nya.

Aku pun mencoba gitar ku yang sudah ke peggang dari tadi.

“Hal… du.. set..” teriak hongki dan kami mulai memainkan alat musik kami masing-masing.

 

“Omona! Senar gitar ku putus!” pekik ku sehingga permainan kami berhenti.

“Mwo?” semua menghampiri dan melihat gitar ku saksama.

“Kau ceroboh sekali hyung! Gitar mu inikansenar nya berbeda dengan gitar-gitar lain. Mereka tidak mungkin ada cadangan senar gitar seperti ini.” Jaejin menggeluh panik.

“Jangan salahkan aku Jaejinie! Mana aku tahu kalau senar ini akan putus.” Ucap ku sambil melihat-lihat isi tas ku apa aku bawa senar cadangan.

‘babo! Aku tidak membawa nya’ gumam ku pada diri ku sendiri.

 

Aku menatap mereka satu persatu mengisyaratkan aku tidak membawa cadangan senar.

Seperti mengerti maksud ku, Hongki pun bertanya “Lalu bagaimana sekarang?”

“Entahlah, aku tidak dapat berpikir jernih.”

“Ternyata kau itu leader babo ya hyung. Biasa nya kau membawa senar cadangan. Kenapa hari ini tidak?” Minhwan menjitak kepala ku.

“Dongsaeng macam apa kau sembarangan memarahi ku?”

 

Setelah selama 15 menit kami hanya melihat gitar tanpa senar ku sekarang, seorang yeoja keluar dari pintu sambil membawa setumpuk kertas di tangan nya.

Lalu ia sedikit berteriak “Kalian masih lama? Masih banyak yang harus tampil.”

“Ne noona, mianhae. Aku rasa kami butuh waktu. Jadi kami akan recording nanti. Kami akan segera turun.”

“Nde,” yeoja itu lalu berbalik dan meninggalkan kami.

 

“Jadi? Sekarang harus bagaimana?” Seunghyun tetap berekspresi babo.

“Kita batalkan saja.” Jawab Hongki sedikit ketus.

 

 

***

 

Author POV

 

Mereka bertiga sedang duduk di dalam rumah Hyenie. Wajah mereka semua di tekuk tak karuan karena kesialan dan masalah yang menimpa mereka.

“Bagaimana kaki mu Hyenie?” Tanya Wookie lemas.

“Begitu lah. Dan menjadi masalah buat diriku hari ini.”

“Masalah? Masalah apa?” Jonghun menatap Hyenie serius.

“Impian ku, cita-cita ku, drama musical ku. Mereka hancur dalam sekejap. Karena kaki ku keseleo, terlambat dan tidak bisa latihan. Peran ku di gantikan dengan Dalma.” Ucap Hyenie bergetar.

Hyenie memeluk boneka Winnie the pooh nya yang besar. Dan mulai perlahan menenggelamkankepala nya di bekapan boneka nya yang besar itu.

 

 

Jeun Hye POV

 

“Bagaimana kaki mu Hyenie?” Tanya Wookie lemas.

“Begitu lah. Dan menjadi masalah buat diriku hari ini.”

“Masalah? Masalah apa?” Jonghun menatap ku serius.

“Impian ku, cita-cita ku, drama musical ku. Mereka hancur dalam sekejap. Karena kaki ku keseleo, terlambat dan tidak bisa latihan. Peran ku di gantikan dengan Dalma.” Ucap ku bergetar.

Aku memeluk boneka Winnie the pooh nya yang besar. Dan mulai perlahan menenggelamkankepala ku di bekapan boneka ku yang besar itu.

“Yak! Uljima Hyenie! Aku juga sama seperti mu nasib nya.” Wookie mejatuhkan kepala nya di atas bantal yang ada di samping nya.

“Kau? Kenapa?” aku membangunkan kepala ku dan membenarkan posisi ku.

Ku tatap lekat Wookie untuk mengetahui apa yang terjadi pada nya.

“Jangan menatap seperti itu pada ku.” Wookie menggeser kepala ku dengan tangan nya.

“Aku hanya ingin tahu oppa. Ish~~”

“Aku juga sial hari ini! Aku batal ikut lomba untuk menjadi seorang master chef internasional hanya karena ban mobil ku pecah! Dan sial nya lagi ban serep ku tidak bisa di pakai karena kempes.”

 

 

Ryeowook POV

 

“Aku hanya ingin tahu oppa. Ish~~”

“Aku juga sial hari ini! Aku batal ikut lomba untuk menjadi seorang master chef internasional hanya karena ban mobil ku pecah! Dan sial nya lagi ban serep ku tidak bisa di pakai karena kempes.” Ucap ku penuh emosi.

 

Siapa yang tidak kesal saat semua telah di persiapkan dengan baik namun gagal dan hancur hanya karena hal sepele?

 

“Omona!! Ternyata nasib mu jauh lebih buruk ya oppa.” Hyenie menggelengkan kepala nya takjub.

Yeoja yang satu ini memang sedikit berlebihan. Jelas-jelas nasib nya sama tapi dia bilang aku lebih parah..

Ckckckck…..

 

“Kalian ternyata begitu juga hari ini.” Jonghun angkat bicara dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.

“Apa maksud mu oppa?” Hyenie berbalik menatap Jonghun yang semula menatap ku.

“Aku seharus nya come back dengan band ku hari ini di Music Bank. Tapi kalian tahu yang terjadi? Hanya karena senar ku yang putus, kami batal melakukan nya.” Jonghun menghela napas.

“Kenapa begitu? Kaukanbisa ganti senar?” Tanya ku bingung.

“Masalah nya gitar ku ini menggunakan senar yang beda dengan gitar lain. Dan aku tidak membawa cadangan nya…..”

“….. aku rasa aku paling sial di antara kalian.” Lanjut Jonghun lemas.

 

 

Jonghun POV

 

“Aku seharus nya come back dengan band ku hari ini di Music Bank. Tapi kalian tahu yang terjadi? Hanya karena senar ku yang putus, kami batal melakukan nya.” Aku menghela napas.

“Kenapa begitu? Kaukanbisa ganti senar?” Tanya Wookie bingung.

“Masalah nya gitar ku ini menggunakan senar yang beda dengan gitar lain. Dan aku tidak membawa cadangan nya…..”

“….. aku rasa aku paling sial di antara kalian.” Lanjut ku lemas.

“Kenapa jadi begini? Kenapa kita menjadi tertimpa kesialan seperti ini?” Hyenie menggerutkan dahi nya.”

Aku menopang dagu ku dengan kedua tangan ku, memajukan sedikit kepala ku dan “Seperti nya karena wasiat kakek yang tidak kita turuti.” Ucap ku serius.

“Mwo? Kau bercanda oppa. Itu hanya sugesti mu saja pasti.”

“Ani… Aku rasa Jonghun benar Hyenie.”

“Aish~ kalian mulai tidak waras apa. Masa aku harus menikahi kalian juga? Dua suami sekaligus itu sulit oppa.”

“Tapi itu satu-satu nya pilihan atau kau mau kita terus-terusan sial?”

 

 

***

 

“Tapi itu satu-satu nya pilihan atau kau mau kita terus-terusan sial?”

Kalimat ini terus bersarang dipikiran ku sekarang? Lalu aku harus bagaimana? Menuruti wasiat itu?

“Adaapa Hyenie?” Tanya Eunhyuk yang ada di samping ku.

“Oppa, aku rasa, hubungan kita tidak bisa berlanjut.”

“Mwo? Wae? Apa aku ada salah Hyenie?”

“Aniyo, bukan begitu. Tapi aku sudah di jodohkan.”

“Di jodohkan dengan siapa?”

“Dengan Jonghun dan Wookie oppa.”

“Aish~ kau gila? Kau mau menikah dengan 2 namja sekaligus?”

“Memang terdengar gila oppa, tapi itu wajib ku lakukan atau kami bertiga akan terus-terusan tertimpa kesialan.”

 

Eunhyuk langsung pergi meninggalkan ku tanpa sepatah kata pun. Aku tahu ini sangat menyakitkan. Tapi aku tidak bermaksud begitu. Lagi pula siapa juga yang menginginkan pernikahan seperti ini.

 

 

***

 

Hari ini sudah 3tahun kami menjalani kehidupan sebagai suami istri antara aku, Jonghun dan Wookie. Terdengar sangat gila dan tak wajar. Namun mau dikata apa?

Pernikahan ini juga akan tetap terjadi walaupun kami menolak nya.

Jonghun sudah melapangkan dada nya berbagi istri dengan Wookie.

Wookie pun tak masalah karena dia memang mencintai ku.

Lalu aku?

Aku akan mencoba untuk melewati nya.

Kami bertiga teman masa kecil. Aku rasa aku pasti punya perasaan terhadap mereka walaupun masih belum terlihat jelas.

“Yeobo, cepat atau kita akan terlambat.” Teriak Jonghun dari ruang tamu.

“Ne, sebentar lagi.”

“Ayo lah Hyenie. Nanti keburu penuh tempat bermain nya.”

“Aku tahu, tapi Min young belum selesai bersiap-siap.”

 

Ya inilah akhir dari kisah hidup ku.

Berakhir dengan kedua namja ini, 3 tahun menjalani nya bukan waktu yang singkat. Perlahan rasa cinta ku pada mereka sangat besar.

Min young putri kami berumur 1 tahun 3 bulan.

Kami menikmati kehidupan ini.

Layak nya keluarga biasa, tanpa pertengkaran dan sebagai nya.

 

 

 

 

 

-The End-

10 thoughts on “FF ~ Triangle Love

    • Nah itu dia tik!
      masalah e gue juga ga tau itu bapak e siapa wkwkwkwwk
      sumpah td pas gue nulis gue mikir dulu, mau punya 2 anak ga mungkin bisa juga sekaligus ><
      squel? kalo ada ide si gpp temans

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s