FF ~ I follow your heart [part 2 ending]

Holaaaa ^^ cepet ya?

iya ni ngebut ngetik nya 😀 mumpung inget sama jalan cerita nya -,- takut lupa dan terbengkalai muahahaha

happy reading !

 

Cast     : Lee Jeunhye

Choi Jonghun

 

-Sebelumnya-

 

“Kau sudah menelepon eomma? Aigoo~~ gomawo oppa. Aku harus siap-siap untuk pulang ya oppa.” Hyenie ingin berdiri namun Jonghun menahan nya.

“Wae oppa?”

“Kau mau pulang? Hari ini kau masih harus bekerja.”

“Omo.. aku lupa ini sudah masuk hari kedua aku bekerja.” Hyenie menepuk jidat nya sendiri.

“Pergi mandi dan sarapan lah. Aku sudah menyiapkan nya.”

“Ne..”

 

                                                                        ***

Aku merasa badan ku sangat lemas, ya bagian punggung ku begitu nyeri. Entah apa yang terjadi dengan punggung ku yang pasti saat ini aku tidak bisa bergerak.

“Oppa, aku ijin ya. Ijin tidak bekerja.” Ucap ku pada Jonghun yang ada di hadapan ku sekarng.

 

Aku sedang berbaring di dalam kamar nya. Setelah tadi aku selesai mandi, punggung ku sakit jadi kuputuskan untuk tiduran di kamar nya.

“Mwo? Ijin? Memang nya kau kenapa? Sakit?” tanya nya bertubi-tubi.

“Aniyo aku tidak sakit tapi aku butuh sedikit istirahat.” Aku berbohong soal tidak sakit tapi jujur untuk butuh istirahat.

“Sudah ku katakana sejak awal jangan bekerja seperti ini. Inikanhasil nya. Lebih baik aku cari pengganti.”

“Andwae oppa! Ku mohon jangan. Ah kau jahat sekali jika kau mau memecat ku. Kau tidak suka pada ku oppa?”

“Ne, aku tidak suka kau yang keras kepala Hyenie. Kalau kau sudah tau masa lalu ku. Mengerti lah ini bukan pekerjaan yang cocok untuk mu.” Jonghun beranjak berdiri dan berjalan keluar kamar.

“Aku akan cari pengganti mu Hyenie agar kau tidak jadi manager kami lagi. Arraseo?”

 

Dia meninggalkan ku sendiri, yang sedang berbaring tak berdaya. ‘omona~ dia jahat sekali. Hanya karena aku sakit hari ini dia langsung memecat ku? Aku tidak percaya orang yang aku idolakan mempunyai sosok yang begitu dingin dan jahat.’ Ucap ku lirih dan aku mulai menangis.

‘jangan menangis Hyenie. Jalan mu masih panjang jika sudah tidak bekerja disini.’

 

 

Jonghun POV

 

Aku menghampiri member FT Island yang lain nya untuk memberi tahukanhal ini. Kami semua berkumpul di ruang tengah dorm kami. Karena hari ini kami tidak punya jadwal jadi kami bisa berkumpul.

“Aku punya kabar, Hyenie akan berhenti jadi manager kita dan kita akan mencari manager baru.” Ucap ku datar.

Berbagai ekspresi bingung, kecewa, sedih dan sebagai nya tersirat di wajah mereka.

“Waeyo hyung? Kau yang memecat nya pasti.”

“Aku memang memecat nya tapi itu karena kondisi nya. Kalian lihatkandia sakit padahal baru satu hari bekerja sampai pagi. Bagaimana bisa meneruskan nya. Kalian harus nya mendukung ku agar tidak di cap jelek oleh orang lain.”

“Tapi seharus nya kau tidak boleh begitu Jonghun. Kau tidak tahukanperjuangan nya untuk sampai disini? Kau itu memang orang yang tidak peka Jonghun.” Omel hongki pada ku.

 

Aku tidak mengerti maksud ucapan nya. Perjuangan? Perjuangan apa? Bukan kah dia bisa di sini karena ayah nya itu teman dari pemilik FnC? Harus nya itu tidak perlu dengan perjuangan bukan?

“Benar hyung, kau tidak berperasaan.” Minhwan sewot melihat sikap ku.

 

 

Author POV

 

Ternyata member lain tahu perjuangan seorang Hyenie dan tahu alasan Hyenie untuk ada disini. Jeunhye menceritakan nya seusai Hongki menceritakan tentang masa lalu Jonghun.

 

-Flashback-

 

“Dia itu tidak berubah ya hyung.” Jaejin membuka suara.

“Nde benar. Tetap menajdi Jonghun yang dingin kepada semua yeoja.”

“Semua yeoja?” tanya Hyenie ragu.

 

Semua?

Aigoo ~~ berarti tidak hanya aku?

Tapi mengapa?

“Ne, semua yeoja Hyenie. Termasuk kau saat ini.”

“Waeyo?”

“Hmm, aku akan cerita karena kau adalah manager kami. Karena yeoja chingu nya. Meninggal karena terlalu lelah menunggu diri nya pulang ke rumah.”

“Sejak saat itu dia menjauhkan semua yeoja, dan bersikap dingin. Hmm bahkan aku tidak pernah lihat dia dekat dengan yeoja lain nya.” Lanjut Hongki.

“Oh, masa lalu kelam maksud kalian? Aku mengerti kalau begitu. Ah! Aku akan buktikan tidak semua yeoja seperti itu.” Ucap Hyenie penuh semangat.

“Kenapa kau begitu bersemangat Hyenie?” tanya Hongki.

“Hmm, a..a..ni.. aku.. aku hanya bersemangat untuk bekerja.” Ucap Hyenie terbatah-batah.

“Kau bohong, pasti ada yang kau sembunyikan? Ayo capat ceritakan.” Desak Hongki.

 

Seketika wajah Hyenie mulai memerah, tersipu malu. Dan menunduk sebentar. Gelagat nya benar-benar membuat mereka semakin ingin mendesak agar di beri tahu.

“Nde ppalli noona!!” Teriak Seunghyun semangat.

“Mwo? Noona? Kita hanya beda 1 bulan dan jangan buat aku terlihat tua Seunghyun.”

“jangan alihkan pembicaraan. Ppalli.”

“Ah iya arraseo! Akukankatakana pada kalian, aku masuk ke sini bukan karena pemilik FnC adalah teman ayah ku. Aku berbohong. Ahjussi itu aku rayu agar aku bisa masuk kesini dengan mudah…”

“Alasan aku begitu ingin masuk ke sini ya karena leader kalian Choi Jonghun itu.” Hyenie menghela nafas panjang.

“Mwo? Jadi kau suka dengan Jonghun hyung?” pekik Jaejin seketika.

“Sssstttttt~~ kecilkan suara mu jaejin. Jangan berteriak atau aku benar-benar mati tak berdaya.”

“Ah jadi begitu. Itu sebab nya kau begitu ngotot agar Jonghun mau menerima mu?”

“Tentu saja! Sebelum hidup ku berkakhir aku ingin dia tahu apa yang aku rasakan pada nya. Walaupun saat ini dia begitu dingin pada ku.”

“Uljima Hyenie. Tapi apa maksud mu hidup mu akan berakhir?”

“Entah lah~ eomma tidak ingin bilang nama penyakit ku tapi aku harus benar-benar jaga kesehatan ku atau aku benar-benar tidak bisa hidup lebih lama.” Hyenie berusaha tetap tersenyum.

“Ah Hyenie, jika kau punya penyakit lebih baik kau menyerah saja ya. Kau mungkin akan bernasib sama dengan yeoja chingu Jonghun dulu.”

“Andwae! Aku tidak mau Minhwan ah~ jika aku menyerah sekarang aku akan benar-benar sedih tidak bisa mengapai impian ku. Setidak nya jika nanti aku sudah tiada. Aku pernah mengapai impian ku.”

 

-Flashback End-

 

Seketika Jonghun tersentak dan terdiam. Jatuh ke dalam alam bawah sadar nya untuk mencerna apa yang di ceritakan Hongki tentang Hyenie. Dia melamun cukup lama dan tersadar kembali.

“Jadi karena aku.” Gumam Jonghun pada diri nya sendiri.

 

 

Jeunhye POV

 

Aku mencoba untuk menyusul Jonghun dan mencoba membuat dia memberikan aku kesempatan. Namun sesampai nya aku di depan pintu aku mendengar percakapan mereka. Percakapan tentang ku, alasan ku dan impian ku.

‘Dia sudah tahu sekarang.’ Ucap ku lirih.

Aku ingin merahasiakansoal penyakit ini pada Jonghun agar jika dia berikan aku kesempatan bukan karena kasian dengan hidup ku yang sebentar lagi.

Aku ingin dia menerima ku dengan kerja keras ku sendiri. Dan kini dia tahu perasaan ku padanya.

Ah rasa nya aku benar-benar jadi ingin pergi dari tempat ini.

Aku terduduk lemas di lantai dan menjatuhkan buku di samping ku.

 

BRAKKK..

 

‘Ya bagus Hyenie, kau buat keributan dan sekarang semua orang menghampiri mu ke dalam kamar.’ Caci ku pada diri sendiri.

“Hyenie ya gwenchanaeyo?” Teriak Hongki di balik pintu yang segera kututup tadi.

“gwenchanayo oppa, tidak perlu khawatir.” Aku berteriak agar tidak terlihat terjadi sesuatu.

“Lalu tadi itu bunyi apa noona?”

“Ah itu bunyi buku yang jatuh Seunghyun.” Aku benarkan? Aku tidak berbohong.

“Yak noona ijinkan aku masuk ya.” Minhwan mengetuk pintu ku.

 

Ottokhae? Apa yang harus aku lakukan? Ah lebih baik ku buka saja pintu nya agar aku tidak di ceramahi mereka.

“Nde tunggu aku buka.” Ku buka pintu seolah-olah aku baru bangkit dari tempat tidur untuk membuka nya.

“Ah noona! Kau tidak terlukakan? Kau ini sakit, jangan banyak bergerak. Kau harus banyak istirahat. Ingat kata ahjumma kau itu…..”

“Iya Minhwan aku ingat kau tidak perlu berlebihan seperti itu.” Lagi-lagi aku memotong ucapan orang. Aku tetap tersenyum.

“Dimana Jonghun?” aku mendonggak ke arah ruang tengah namun dia sudah tak ada.

“Entahlah~ mianhae ya Hyenie aku menceritakan semua nya pada dia. Tapi maksud ku agar dia tidak bersikap begitu lagi pada mu.” Jelas hongki.

“Nde, aku mengerti oppa.”

 

 

***

 

Jonghun POV

 

‘ternyata gara-gara aku? Karena aku?’ gumam ku lagi saat aku hanya sendirian di sebuah taman kecil.

Yeoja itu.. yeoja itu mirip sekali dengan yeoja chingu ku dulu. Penyakit yang sama dan alasan mereka bertahan karena aku.

Tanpa terasa air mata ku jatuh membasahi pipi ku. Mungkin sekarang aku akan menjadi namja tercenggeng yang pernah ada. 2 yeoja dengan sikap yang sama dan penyakit yang sama dalam hidup ku.

“Sejujur nya sejak awal aku melihat Jeunhye, aku menyukai nya. Hanya dia yang bisa memberikan rasa semenjak meninggal nya Minji. Karena itu sikap ku berubah jadi dingin agar dia menyerah. Namun kenyataan berkata lain. Kini aku di hadapkandengan rasa cinta nya pada ku. Apa yang harus aku lakukan?” aku tertunduk mengatakan ini dan seseorang menepuk pundak ku dari belakang.

Aku menoleh melihat siapa yang menepuk ku.

“Hongki? Sejak kapan kau ada disini?”

“Sejak kau mengucapkan perasaan mu Jonghun ya.”

“Jadi kau dengar semua?”

“Tentu saja aku dengar, dan aku akan berikan nasihat ku pada mu. Karena aku lebih tua dari mu. Dan walaupun kau leader nya.”

“Ya aku tahu Hongki ya. Dan aku akan mendengarkanmu hyung.”

“Tidak usah berlebihan memanggil ku hyung! Heu~ jika memang itu yang kau rasakan. Lebih baik kau mengakui nya pada Hyenie. Dia jugakanpunya perasaan yang sama pada mu? Biarkan dia bahagia di sisa hidup nya Jonghun ya. Kau namja yang punya perasaan bukan? Kalau kau dulu pernah gagal menjaga namja chingu mu. Sekarang lakukan lah. Yang ada di depan mata mu sekarang.”

 

Aku terdiam kembali mendengar perkataan Hongki. Dia benar~ aku tidak seharus nya menyia-nyiakan dan membuat kesalahan untuk kedua kali nya.

“Hongki ya terkadang aku bangga pada mu. Kau ini pintar.” Aku tertawa.

“Aku memang pintar tidak seperti kau leader yang tertindas. Cepat susul Hyenie. Dia masih di kamar mu.” Hongki mendorong badan ku untuk bergerak lebih cepat.

 

Dan aku berlari menuju kamar ku kembali. Meninggalkan Hongki yang masih tersenyum melihat tingkah ku.

 

 

Jeunhye POV

 

“Yak Jaejin ya~ kalau hyung mu marah pada ku bagaimana?” tanya ku cemas.

“Tidak mungkin Hyenie ya. Aku tahu hyung bukan namja tipe seperti itu.”

“Nde, noona lebih baik kau istirahat lagi. Aku khawatir melihat kondisi mu. Wajah mu pucat.” Seunghyun memberikan segelas air.

“Gomawo Seunghyun. Tapi aku masih takut. Ah masa iya karena impian ku akhir hidup ku harus tragis?”

 

PLETAKKK…

 

“Jangan selalu bicara kau seakan-akan hanya sebentar hidup di dunia ini noona. Dokter jugakanbelum memvonis berapa lama lagi kau akan meninggal.”

“Appo Minhwan ya. Heu~ itukanwajar bila aku takut.”

“Tapi kau berlebihan noona.. kenapa Hongki hyung hilang?”

“Ku rasa dia pergi mencari Jonghun hyung.”

“Untuk apa mencari nya? Diakansedang marah karena kalian juga.” Aku merebahkan kembali diri ku ke atas tempat tidur ku.

“Akhir nya kau tidur kembali, pasti punggung mu sakit lagi ya.”

“Kenapa kami? Kami hanya mengatakan yang sebenar nya.”

“Harus nya yang salahkanitu kamu noona, bukan kami.”

“Nde benar.”

“Ah kalian tidak pernah mendukung ku sedikit pun.” Aku membalikan badan ku menatap jendela kamar Jonghun.

Nikmati sebentar kamar nya untuk sementara. Sebelum aku sembuh dan tidak menjadi bagian dari FTIslandlagi.

 

 

Author POV

 

Jonghun terenggah-enggah berlari dari taman menuju dorm. Berlari dengan jarak yang lumayan jauh sangat menyita tenaga.

Sesampai nya Jonghun di depan kamar nya sendiri. Dia melihat punggung Jeunhye dan Jeunhye yang masih berbaring membelakangi nya dan ketiga dongsaeng nya.

“Hyung?” Jaejin menatap ku dengan heran melihat aku yang masih mengambil nafas.

“Aku ingin bicara dengan nya. Kalian keluar dulu ya.”

“Nde hyung.”

 

Aku menghampiri yeoja yang masih belum menyadari kedatangan ku sedari tadi.

“Lee Jeun Hye!”

Yeoja itu segera berbalik menghadap ku dan wajah nya terlihat pucat dan terkejut.

“Nde oppa, waeyo? Ah sejak kapan kau disini? Aku hamper saja mati karena teriakan mu.” Hyenie berusaha terlihat tenang.

“Jadi kau sudah pikerkanbaik-baikkan?”

“Pikir? Baik-baik? Ah iya aku tahu maksud mu oppa, aku akan berhenti bekerja dari sini. Aku tidak akan merepotkan mu lagi. Aku janji setelah aku sembuh aku akan benar-benar menjauh.”

“Tentu saja kau akan berhenti jadi manager ku. Karena aku tidak mau calon yeoja chingu ku dekat-dekat dengan namja lain. Yakan?”

Hyenie membelalakan mata nya. Seolah-olah dia baru saja mendapatkanapril mob.

“Apa maksud mu oppa? Calon? Ah sekarang habis Halloween bukan? Bukan april mob. Jangan bercanda sebelum aku keluar oppa.” Gerutu nya.

“Siapa yang bercanda? Benarkan? Kau menyukai ku? Jadi kau akan jadi yeoja chingu ku.” Ucap Jonghun bangga pada nya.

“Jinjja oppa? Aku tidak mimpikan?” Hyenie segera bangkit dari tempat tidur nya.

“tentu saja, saranghae Hyenie ya. Kau harus tahu kalau aku menyukai mu sejak awal pertama bertemu. Namun karena….”

Hyenie menutup mulut ku dengan telunjuk nya “Nde oppa, aku tahu dan aku senang sekarang kau menjadi namja chingu ku. Jadi aku benar-benar menarik perhatian mukanoppa?” Senyum lebar menggembang di wajah manis nya.

“Iya, bahkan kau sudah menarik hati ku hanya untuk mu kekekeke~~”

“Ah oppa kau bisa saja. Saranghae oppa!”

 

Jeunhye berhasil membuat Jonghun mencintai nya dan membuat Jonghun menerima nya, meski bukan sebagai managerFTIslandtapi dia menjadi manager pribadi hati Jonghun. Kekekekeke~~

 

 

 

 

-The End-

 

 

6 thoughts on “FF ~ I follow your heart [part 2 ending]

  1. Hongki gw emg pinter ya
    *tepok2 Hongki*
    Jaejin jg baik ya
    *peluk Hongki n Jaejin*
    hahaha …
    Mw dong sama Jaejin atw Hongki
    kekeke~
    Keren … cc
    gak da kta” pembukaan lagi?
    Yg ‘psti nanti pada ketawa’
    *pdhl itu bkin lucu*
    hahaha …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s